Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Asing Getol Beli Saham Lagi, Penguatan IHSG Berlanjut?

Minggu, 29 Mei 2022 | 15:03 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (27/5/2022) sebesar 142,7 poin (2,07%) ke level 7.026,2 ditopang oleh investor asing yang mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) hingga Rp 1,37 triliun.

Secara teknikal, penguatan IHSG menemui MA20 di 7.015 pada Jumat lalu. “Dengan demikian, IHSG berpotensi menguji level 7.050 pada Senin (30/5/2022), jika bertahan di atas 7.015. Di sisi lain, hati-hati pullback, jika IHSG tertahan pada kisaran level tersebut,” kata analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan, Minggu (29/5/2022).

Dia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang level resistance 7.050 dan support 6.900, serta pivot 6.960 pada perdagangan Senin (30/5/2022).

Baca juga: Asing Borong SBN hingga Rp 2,97 T Pekan Ini

Lebih lanjut Valdy mengatakan, technical rebound sejumlah indeks di Wall Street, terutama pada perdagangan Kamis (26/5/2022), menjadi katalis utama yang mendorong kenaikan IHSG pada Jumat (27/5/2022). Kecenderungan ini diperkirakan berlanjut pada perdagangan Senin (30/5/2022),” tuturnya.

Menurut dia, laporan keuangan kuartal I-2022 dari sejumlah perusahaan di AS, terutama peritel, menunjukkan hasil di atas ekspektasi. Selain itu, US Core PCE Price Index diperkirakan turun ke 4,9% (yoy) pada April 2022 dari 5,2% (yoy) pada Maret 2022.

Baca juga: To The Moon! Saham-saham Ini Meroket dalam Sepekan

Hal tersebut membangun optimisme bahwa tekanan inflasi di AS mulai melandai dan dampaknya ke perusahaan tidak sebesar yang dikhawatirkan. Dengan demikian, agresivitas the Fed dalam melakukan pengetatan kebijakan moneter mungkin berkurang.

“Sebab itu, saham BBCA, BBNI, BBRI, dan BMRI menarik untuk dicermati. Potensi rebound lanjutan pada building construction seperti ADHI, PTPP, WIKA, dan WSKT juga dapat diperhatikan. Saham lainnya meliputi UNTR, INDF, ADRO, dan AKRA,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN