Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi LUNA 2.0

Ilustrasi LUNA 2.0

LUNA 2.0 Anjlok 70-an% Tak LamaSetelah Debut, Kini Stabil di US$ 5-an Per Token

Senin, 30 Mei 2022 | 11:03 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Terraform Labs meluncurkan versi baru dari blockchain Terra, “Terra 2.0” dengan token LUNA baru pada Sabtu, 28 Mei 2022, pukul 06.00 UTC (13.00 WIB).  Token ini telah dinantikan sebagai hasil dari disetujuinya proposal pemulihan ekosistem Terra pada hari Rabu (25/5/2022).

Setelah diluncurkan, LUNA berhasil mencapai nilai tertingginya pada US$ 19,53. Namun naasnya, 12 jam kemudian nilainya ambles 73% ke angka US$ 5,18.

Berdasarkan CoinMarketCap, harga LUNA 2.0 ini masih stabil sejak Sabtu kemarin di rentang US$ 5-an. Senin (30/5/2022) pukul 10.50 WIB harganya pun terpantau naik 17,86% dalama 24 jam ke level US$ 5,79. Volume perdagangan US$ 151,35 juta dan berada di posisi 2.808 berdasarkan kapitalisasi pasar.

LUNA tersedia di sejumlah exchange kripto sekitar 10 menit setelah diluncurkan. Saat ini, LUNA diperdagangkan di delapan bursa berbeda yaitu Bybit, Kucoin, Kraken, MEXC, OKK, Bitrue, Kucoin dan BingX.

Baca juga: Menyusul Keruntuhan Token LUNA, G7 Bahas Regulasi Aset Kripto

CEO Terra, Do Kwon, tidak menanggapi volatilitas LUNA di hari pertamanya ini. Dia hanya me-retweet beberapa pengumuman dari bursa.

CEO Binance, Changpeng Zhao, menulis “Kredibilitas adalah mata uang utama,” dalam cuitannya tak lama setelah Terra 2.0 memulai debutnya. Binance termasuk di antara mereka yang menawarkan dukungan untuk blockchain baru Terra.

Masih banyak orang yang skeptis tentang Terra 2.0. Salah satunya kripto YouTube, Ben Armstrong, yang mengatakan “Jangan beli LUNA lagi.”

Baca juga: Ketua OJK-nya AS: Kripto Lain Akan Bernasib Serupa Seperti Terra LUNA dan UST

Sementara pengguna Twitter lainnya mengatakan mereka tetap menggunakan LUNA yang lama atau asli. Sejak berganti nama menjadi Terra Classic (LUNC) atau LUNA Classic, nilainya turun 29% selama 24 jam terakhir menjadi US$ 0,00009031, menurut CoinMarketCap. LUNC mencapai puncaknya di bulan lalu pada US$ 119,18 sebelum ambruk pada awal Mei silam yang menyebabkan kehilangan puluhan miliar dolar.

Sedangkan, dari 1 miliar token LUNA baru, baru 21 juta yang dikirim melalui skema airdop dan ditambahkan ke pasokan yang beredar pada Sabtu. Sisanya akan di-airdrop secara bertahap.

,Sedangkan, berdasarkan laporan Watcher News dua layanan staking terbesar LUNA, Figment dan Chorus One, memutuskan untuk tidak mendukung Terra 2.0. Keputusan itu diambil karena adanya kekhawatiran tentang bagaimana implementasi dari pengambilan keputusan dalam ekosistem.

Dari pihak Chorus One menilai bahwa Terra kurang tepat dalam melakukan prosedur tata kelola. Staking dalam jaringan telah dihentikan pada saat voting, dan hak suara telah berubah karenanya. Selain itu, rencana utama dari pemulihan ekosistem telah berubah dalam masa voting, yang menciptakan kekhawatiran tersendiri di mata mereka. Lalu dari sisi Figment, mereka memilih untuk tidak mendukung, tetapi hanya sementara. Mereka mungkin akan melakukannya begitu melihat adanya peluang baru dari blockchain anyar tersebut.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com