Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Tokocrypto Researcher Grants

Ilustrasi Tokocrypto Researcher Grants

Tokocrypto Sediakan Dana Rp 100 Juta untuk Riset Aset Kripto dan Blockchain, Mau Daftar?

Senin, 30 Mei 2022 | 13:24 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Tokocrypto meluncurkan program pendanaan riset aset kripto dan blockchain di Indonesia. Program yang dinamakan “Tokocrypto Researcher Grants” ini merupakan inisiatif dari TokoScholars, salah satu ekosistem Tokocrypto yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait kripto dan teknologi blockchain.

Indonesia memiliki potensi yang besar terhadap perkembangan industri aset kripto. Tercatat menurut data Bappebti, jumlah investor kripto per Februari 2022 telah tembus 12,4 juta investor. Sejak Januari hingga Februari 2022, total nilai transaksi aset kripto telah capai Rp 83,88 triliun.

Advertisement

Di samping itu, Indonesia diyakini bisa menjadi pusat perkembangan blockchain di Asia Tenggara. Kementerian Perdagangan mencatat teknologi blockchain bersamaan dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada tahun 2030.

Riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan, dan kesehatan akan paling diuntungkan. 

Baca juga: Peserta TSBA Batch 1 Kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures Raih Pendanaan US$ 40 Juta

Lead of TokoScholars by Tokocrypto, Dimas Surya Al-Faruq, mengatakan teknologi blokchain telah digunakan di Indonesia sejak generasi awal perkembangannya. Namun, penggunannya masih terfokus pada aplikasi transaksi finansial. “Padahal, potensinya bisa untuk membantu sektor lain di Indonesia yang masih tertinggal, seperti pertanian dan kesehatan. Butuh riset yang mendalam untuk mengembangkan blockchain dan aset kripto di Indonesia,” kata Dimas dikutip Senin (30/5/2022).

Dimas menambahkan, salah satu tujuan utama TokoScholar adalah membawa riset dan inovasi aset kripto dan blockchain pada level yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat atau inklusif. Oleh karena itu, tentunya peran dan kolaborasi sangat diperlukan dengan berbagai pihak untuk peningkatan dan optimalisasi bidang riset di Indonesia. 

“Kami sangat berharap sekali riset kripto dan blockchian yang hadir nanti, bisa dimanfaatkan oleh semua pihak yang mau mengembangkan inovasi untuk kebaikan bersama,” sambungnya.

Baca juga: Jadi Tonggak Sejarah Baru, Tokocrypto Perkuat Ekosistem Blockchain Lewat TokoVerse

Program pendanaan riset ini terbuka untuk masyarakat Indonesia dengan minimal pendidikan sedang menjalankan program magister S2. Riset dapat dibuat secara individu ataupun kelompok. Kemudian, telah mempublikasikan hasil riset minimal terindeks SINTA 2 atau jurnal internasional yang diakui DIKTI.

Proposal riset yang didaftarkan harus memberi benefit untuk ekosistem kripto di Indonesia dan Tokocrypto. Topik riset harus meliputi beberapa topik di antara ini:

  1. Strength and weakness of Indonesian crypto exchanges: a comparison study of Indonesian crypto exchanges.
  2. What kind of crypto products that Indonesians need from Tokocrypto.
  3. Tax and Regulation study of crypto assets in Indonesia: The impact of new tax law and strengthened regulation on the crypto market in Tokocrypto exchanges.

Adapun, 2 pemenang proposal riset terbaik akan diumumkan pada 24 Juni 2022. Dana penelitian yang dapat diberikan sebesar maksimal Rp 50 juta per proposal terpilih. Riset bisa dilakukan segera setelah dana diterima dan wajib diselesaikan dengan durasi maksimal 3 bulan hingga November 2022. Pendaftaran proposal riset sudah dibuka mulai 25 Mei hingga 17 Juni 2022. 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN