Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)

Harga Saham GOTO Melesat, Ternyata Gara-gara Ini

Senin, 13 Juni 2022 | 10:28 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kenaikan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh aksi penyeimbangan portofolio saham oleh sejumlah fund manager. Hal ini dilakukan investor setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan bobot saham GOTO mencapai 9% terhadap perhitungan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Baca juga: Ini Strategi GOTO ‘Geber’ Kinerja

Tim riset CGS CIMB Sekuritas dalam risetnya menyebutkan, aksi rekomposisi reksa dana, asuransi, dana pensiun, maupun lembaga investasi lainnya membuat permintaan saham GOTO melonjak di tengah jumlah saham yang beredar di investor publik yang relatif kecil dibandingkan total sahamnya.

Dengan bobot terbesar mencapai 9% ditambah masuknya saham GOTO di LQ45 dan indeks Kompas100, sekuritas tersebut mengungkapkan bahwa niscaya para fund manager memasukkan saham GOTO ke dalam keranjang investasi, reksa dana, dana pensiun, maupun fund lainnya. Apabila tidak dimasukkan, tentu akan membuat kinerja fund tersebut menjadi jauh dari performa IHSG.

Berdasarkan data, jumlah saham di pasar yang bisa ditransaksikan atau tidak mengalami lock up hanya mencapai 41 miliar saham atau mencapai 3,43%. Sedangkan sisanya 782 miliar saham atau 66% mengalami lock up.

“Hal ini memicu kekurangan saham GOTO yang sangat besar di pasar, sehingga memicu lembaga keuangan, fund manager, asuransi, maupun private equity berlomba-lomba memburu saham GOTO, sehingga hal ini berdampak terhadap lonjakan harga GOTO dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan tersebut membuat valuasi saham GOTO lebih premium dibandingkan perusahaan sejenis di pasar domestik hingga regional,” tulis tim riset tersebut.

Baca juga: Harga Saham Lagi Oke, CEO GOTO Bilang Begini

CGS CIMB Sekuritas menyebutkan, para fund manager pengelola reksa dana, asuransi, maupun lembaga investasi lainnya, ‘mau tidak mau’ harus memasukkan saham GOTO di tengah jumlah saham beredar yang relatif kecil atau hanya 3%, dibandingkan dengan kapitalisasi pasar perseroan yang lebih dari Rp 400 triliun.

Meski demikian, kondisi ini akan berubah setelah periode lock up saham GOTO berakhir pada Desember 2022. Jika sudah dibuka, saham GOTO kemungkinan mulai membanjiri pasar, sehingga para fund manager maupun private equity yang memasukkan IHSG sebagai perhitungan akan lebih mudah untuk mendapatkan saham GOTO.
 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com