Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pekerja memindahkan buah sawit yang dipanen ke truk pengangkut sebelum diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO) di perkebunan sawit di Pekanbaru (FOTO: WAHYUDI / AFP)

Pekerja memindahkan buah sawit yang dipanen ke truk pengangkut sebelum diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO) di perkebunan sawit di Pekanbaru (FOTO: WAHYUDI / AFP)

Harga CPO Melemah Lima Hari Berturut-turut

Rabu, 22 Juni 2022 | 06:20 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali turun pada Selasa (21/6/2022). Hal ini membuat harga CPO mengalami pelemahan dalam lima hari berturut-turut.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (21/6/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juli 2022 turun 51 Ringgit Malaysia menjadi 5.210 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Agustus 2022 naik 5 Ringgit Malaysia menjadi 5.065 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman September 2022 menurun 1 Ringgit Malaysia menjadi 4.980 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Oktober 2022 terjatuh 15 Ringgit Malaysia menjadi 4.940 Ringgit Malaysia per ton. Serta, kontrak pengiriman November 2022 meleset 31 Ringgit Malaysia menjadi 4.944 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Desember 2022 jatuh 48 Ringgit Malaysia menjadi 4.976 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pekan ini harga CPO diprediksi masih akan melanjutkan tren bearish. Hal ini karena harga CPO bakal dipengaruhi oleh penurunan permintaan negara importir utama dan peningkatan pasokan CPO Indonesia ke pasar global.

Baca juga: Keran Ekspor CPO Dibuka, Potensi IPO Perusahaan Sawit Dinilai Makin Besar

Yoga menjelaskan penurunan permintaan importir dunia telah terjadi sejak pekan lalu. Hal ini terlihat dari sinyal potensi pengurangan permintaan dari India selaku importir CPO terbesar pertama dunia, dilihat dari adanya peralihan pembelian dari CPO ke minyak nabati. Selain itu, ancaman dari penyebaran kembali wabah Covid-19 di Tiongkok juga turut membebani dari sisi permintaan CPO. Hal ini mengingat Tiongkok merupakan negara importir CPO terbesar kedua dunia.

“Jika terus berlanjut ke fase lockdown kembali, maka sangat besar kemungkinan akan membuat permintaan dari Tiongkok menurun. Dengan mempertimbangkan posisi Tiongkok selaku negara importir CPO terbesar kedua dunia, maka akan berimbas juga pada pelemahan harga CPO,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Selain itu, lanjut Yoga, peningkatan pasokan CPO Indonesia ke pasar global juga akan menjadi penyebab harga CPO masih akan bertahan pada tren bearish. Hal ini dapat terlihat dari perilisan izin eksportir CPO Indonesia. Alhasil, memicu kekhawatiran akan pasokan berlebih di pasar. Belum lagi, perkembangan situasi di Malaysia terutama terkait tenaga kerja serta data ekspor.

Baca juga: Tiga Asosiasi Hilir Sawit Berikan Bantuan Sosial Bersama Forwatan

“Pada pekan ini, harga CPO berpotensi menemui level resistance di kisaran harga 6.000 – 6.200 Ringgit Malaysia per ton. Namun, apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 5.000 – 4.800 Ringgit Malaysia per ton,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Yoga menyebut, pergerakan harga CPO juga akan dipengaruhi oleh harga minyak nabati global. Salah satunya minyak kedelai. Ia memperkirakan untuk harga minyak kedelai pada pekan depan berpotensi menemui resistance di kisaran harga US$17,35 17,70 per bushel.

“Namun, apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju support di kisaran harga US$16,60 -16,30 per bushel,” tutupnya.  

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com