Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel. Foto: Perseroan.

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel. Foto: Perseroan.

Operator Seluler Ekspansi, Mitratel (MTEL) Paling Diuntungkan

Minggu, 26 Juni 2022 | 20:13 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mendapat kontrak dari PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) untuk pembangunan menara Built to Suit (B2S), kolokasi, dan serat optik atau bisnis organik.

Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengungkapkan bahwa sepanjang tahun ini, permintaan terhadap pembangunan B2S sangat tinggi. Begitu juga dengan pemesanan terhadap serat optik atau fiber optic. Termasuk, potensi permintaan dari lini bisnis anorganik yang jumlahnya berjalan sesuai target.

Advertisement

Baca juga: Masuk FTSE Index, Pergerakan Saham Mitratel (MTEL) dapat Sentimen Positif

“Dari para Mobile Network Operator (MNO) juga menunjukkan keseriusan mereka untuk ekspansi di Jawa maupun di luar Jawa. Hampir semua MNO order. Paling IOH yang masih konsolidasi internal karena proses merger mereka. Tapi order dari mereka juga ada,” jelas Hendra kepada Investor Daily.

Bahkan dia menyebutkan Indosat telah memesan B2S, kolokasi, dan serat optik kepada Mitratel. Namun, Hendra mengaku belum bisa menyebutkan nilai investasi tersebut. Yang jelas, membaiknya permintaan dari lini bisnis organik memberikan keyakinan bagi perseroan untuk mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 10% pada tahun ini.

“Kami optimistis bisa penuhi target. Terbukti, sampai saat ini, kami masih memasang target sesuai guideline. Tapi kami juga terus melakukan review dan apabila ada penyesuaian akan kami sampaikan di earning call kuartal II-2022,” tambahnya.

Baca juga: Mitratel (MTEL) Perluas Portofolio Bisnis ke Fiber Optic dan Edge Infra Solution

Hingga kuartal I-2022, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tercatat telah merealisasikan belanja modal lebih dari Rp 1 triliun dari total belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar Rp 9,9 triliun. Realisasi tersebut berasal dari pembangunan menara, serat optik, dan penguatan.

Menurut Hendra, realisasi capex belum tentu akan merata di setiap kuartal. Kendati demikian, perseroan memiliki target untuk merealisasikan capex Rp 9,9 triliun sepanjang tahun 2022.

Buyback Saham

Sementara itu, emiten dengan kode saham MTEL ini telah mengalokasikan anggaran maksimal sebesar Rp 1 triliun untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham selama periode 2 Juni sampai 2 September 2022.

Hendra menjelaskan, saat ini jumlah saham yang sudah dibeli kembali belum signifikan, lantaran pergerakan saham sempat uptrend. Biarpun begitu, perseroan masih memiliki waktu yang cukup untuk melakukan dan memaksimalkan program buyback ini guna memberikan nilai tambah bagi investor.

Buyback ini dilakukan karena kami melihat ada gap yang besar antara harga saham perusahaan dengan fundamental ataupun comparable di pasar,” imbuhnya.

Baca juga: Begini Penjelasan Bos Mitratel (MTEL) soal Buyback Saham Rp 1 Triliun

Dengan perkiraan market cap Rp 60 triliun, buyback saham MTEL hanya mencerminkan sekitar 1,7% dari total market cap, sehingga total saham publik sebanyak 28,13% yang berarti masih tersisa cukup banyak.

Ke depan, MTEL akan mengkaji kemungkinan untuk melakukan kembali buyback saham. Namun, untuk sekarang, MTEL akan fokus merampungkan lebih dulu program buyback yang tengah berjalan. “Bila nanti dirasa masih dibutuhkan, program buyback selanjutnya kami akan kaji lebih lanjut,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN