Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IST

IST

Kinerja Perbankan Sesuai Estimasi, Berikut Rekomendasi Sahamnya

Senin, 4 Juli 2022 | 09:27 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id -  Kinerja keuangan emiten sektor bank hingga Mei 2022 berjalan sesuai ekspektasi. Total laba bersih sebanyak 11 bank yang diriset BRI Danareksa Sekuritas telah merefleksikan 44,5% dari total target tahun 2022. Sedangkan pertumbuhan kredit rata-rata mencapai 10%.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengatakan, rata-rata margin keuntungan bersih (NIM) juga mencapai 5,5% atau sesuai dengan ekspektasi. Begitu juga dengan rata-rata biaya kredit menunjukkan penurunan sebanyak 190 bps.

Advertisement

Baca juga: Kinerja Emiten Sektor Bank Memuaskan, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?

“Kami tetap mempertahankan pertumbuhan rata-rata laba bersih bank tahun ini mencapai 21,1% didukung rata-rata peningkatan kredit sebanyak 9,5%, dan penurunan biaya kredit mencapai 196 basis poin,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.

Terkait sektor bank pada semester II-2022, dia mengatakan, ruang penurunan biaya pendanaan (CoF) perbankan cenderung minimal. Hal ini dipengaruhi langkah Bank Indonesia untuk memperketat kebijakan moneter dengan menaikkan reserve requirement ratio (RRR) secara bertahap dan peluang kenaikan tingkat suku bunga perbankan.

Meski likuiditas dana masih besar hingga mencapai Rp 622,2 triliun sampai 23 Juni 2022, kami mengasumsikan sebanyak Rp 194 triliun dari dana tersebut akan diserap Bank Indonesia, apabila RRR naik ke 7,5% mulai September 2022.

Terkait likuiditas dana, dia mengatakan, berddasarkan data masih tercatat senilai Rp 622,2 triliun hingga 23 Juni 2022. Namun berdasarkan kalkulasi, dana tersebut akan berkurang sekitar Rp 194 triliun sejalan dengan kebijakan BI untuk memperketat kebijakan moneter melalui kenaikan rasio RRR mulai 1 September 2022.

BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa empat bank papan atas, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), akan menjadi bank yang paling siap untuk menghadapi pengetatan likuiditas. Hal ini didukung kuatnya basis nasabah perseroan dengan nilai simpanan yang besar.

Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Gencar Masuk ke Ekosistem Digital

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan overweight saham sektor bank. Sedangkan, saham BMRI menjadi pilihan teratas direkomendasikan beli dengan target harga Rp 9.500.

BRI Danareksa Skeuritas juga merekomendasikan beli saham BBNI dengan target harga Rp 10.700, saham PT BTPN Syariah Tbk (BTPS) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.800, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.900.

BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan beli saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan target harga Rp 2.500, saham PT BPD Jatim Tbk (BJTM) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 900 dan saham BBCA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 7.800.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN