Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

30 Calon Emiten Baru Siap IPO

Rabu, 27 Januari 2021 | 05:43 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 30 perusahaan dari berbagai sektor telah menyatakan minat untuk menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada 2021. Tahun lalu, sebanyak 51 emiten baru telah mencatatkan saham perdana di BEI.

Total calon emiten baru yang berniat IPO saham dalam pipeline BEI tersebut menunjukkan penambahan dibandingkan data per 4 Januari 2021 lalu sebanyak 28 perusahaan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, 30 perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor, seperti satu emiten dari sektor energi, dua perusahaan sektor basic materials, dua perusahaan dari sektor industri, tiga perusahaan sektor consumer non-cyclicals, dan tujuh perusahaan sektor cyclicals.

“Kemudian satu perusahaan sektor finansial, dua perusahaan properti dan real estate, tiga perusahaan sektor teknologi, satu perusahaan infrastruktur, dan satu perusahaan sektor transportasi/logistik. Adapun, 7 perusahaan saat ini masih dalam proses pengelompokan berdasarkan sektor yang baru yakni IDX Industrial Classification (IDX-IC),” jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/1).

Sedangkan tiga perusahaan telah mencatatkan saham perdana dengan raihan dana Rp 1,2 trililun di BEI hingga pekan terakhir bulan ini. Ketiganya adalah PT FAP Agri Tbk (FAPA) yang listing pada 4 Januari 2021, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang mencatatkan saham pada 6 Januari 2020, dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) yang menggelar listing perdana saham pada 15 Januari 2021.

Suspensi dan Delisting

Sebelumnya, BEI telah melakukan evaluasi lebih lanjut terkait kesesuaian laporan keuangan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dengan standar pelaporan yang berlaku. BEI juga memantau upaya konkret emiten Grup Bakrie ini untuk mempertahankan keberlangsungan usaha.

I Gede Nyoman Yetna mengatakan, kini, BEI masih menunggu penyelesaian beberapa kewajiban Bakrie Telecom kepada bursa, sehingga otoritas bursa belum dapat melakukan pembukaan penghentian sementara perdagangan saham perseroan. “BEI meminta publik agar terus memantau keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Bakrie Telecom di website bursa,” kata dia.

Sebagai informasi, BEI telah melakukan penghentian sementara perdagangan saham BTEL sejak 27 Mei 2019 dan berpotensi terkena delisting apabila suspensi terus berjalan hingga 27 Mei 2021. Hal ini dikarenakan laporan keuangan perseroan periode 31 Desember 2018 dan 31 Desember 2017 (audited) mendapatkan opini disclaimer dari kantor akuntan publik.

Sebagaimana diatur pada Surat Edaran Bursa No: SE-008/BEJ/08-2004 tentang Penghentian Sementara Perdagangan Efek (Suspensi) Perusahaan Tercatat, Bursa dapat melakukan penghentian sementara perdagangan atas efek perusahaan tercatat dalam hal laporan keuangan auditan perusahaan tercatat memperoleh sebanyak dua kali berturut-turut opini disclaimer.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN