Menu
Sign in
@ Contact
Search
GoTo. (Foto: Perseroan)

GoTo. (Foto: Perseroan)

Ulasan Lengkap Strategi dan Fundamental GOTO, Target Harga Saham Mantap!

Senin, 18 Juli 2022 | 10:28 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Mantapnya strategi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam menerapkan berbagai inisiatif hyperlocal dan penjualan silang menjadi dasar keyakinan analis untuk merekomendasikan investor mempertahankan (hold) saham GOTO dengan target harga Rp 420.

Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Farras Farhan dalam risetnya mengungkapkan, potensi pertumbuhan GTV GOTO menjadi Rp 710 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 461 triliun terutama karena penerapan strategi hyperlocal dan cross-pollination (penjualan silang) yang makin optimal, sehingga bisa menjadi kunci pertumbuhan kinerja dalam jangka panjang.

Baca juga: Dana IPO GOTO Gede, Segini Realisasinya 

Strategi hyperlocal terutama pada aspek logistik merupakan bagian dari kekuatan ekosistem GOTO yang membuat arus pengiriman barang dan jasa menjadi lebih efektif dan efisien. Sedangkan cross-pollination atau sinergi antar platform akan mengoptimalkan seluruh ekosistem digital dalam Grup GOTO.

Saat ini, GOTO menjalankan tiga pilar bisnis secara bersamaan yang terdiri atas layanan on-demand melalui Gojek, e-commerce melalui Tokopedia, dan financial technology melalui GoTo Financial. Ketiganya merupakan kekuatan fundamental GOTO yang menjadikan ekosistem GOTO paling lengkap dibanding para pesaingnya.

Dengan potensi peningkatan nilai transaksi, maka akan mendorong kenaikan pendapatan GOTO pada tahun ini. ”Kami perkirakan pendapatan bersih GOTO akan mencapai Rp 7,6 triliun pada tahun 2022, tumbuh 67% (year on year/yoy),” tulis Farras.

Baca juga: Ada Anak Usaha GOTO di Adi Sarana Logistik dan Anteraja Milik Grup Triputra

Menurut dia, pertumbuhan kinerja GOTO bukan hanya diproyeksi terjadi tahun ini saja, tapi bakal terjadi secara konsisten dalam jangka panjang. ”Kami memproyeksikan bisnis GOTO akan tumbuh dengan pertumbuhan majemuk lebih dari 20% selama lima tahun ke depan, didukung oleh pertumbuhan pesat ekosistem internet dan basis pengguna GOTO,” jelasnya.

Mengacu laporan yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain, sejak awal 2020 hingga pertengahan 2021, pengguna internet di Indonesia meningkat 21 juta. Sekitar 72% dari pengguna baru tersebut berasal dari daerah pedesaan yang menunjukkan makin luasnya jangkauan layanan internet di Indonesia.

Pada tahun 2021, sekitar 201 juta orang di Indonesia telah menggunakan internet, dan angka tersebut diproyeksikan mencapai 233 juta pada tahun 2025. Pertumbuhan pengguna internet telah mendorong nilai transaksi ekonomi digital di Indonesia.

Berdasarkan data riset yang sama, nilai penjualan atau Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi internet Indonesia telah mencapai US$ 70 miliar (naik 49% yoy) pada 2021 dan diproyeksikan mencapai US$ 146 miliar pada tahun 2025 (CAGR: +20%).

Baca juga: Begini Gebrakan Kalbe Farma (KLBF) di Bisnis Logistik

Seiring dengan itu, basis pengguna GOTO juga diperkirakan Farras akan terus meningkat. Terlebih, seluruh segmen bisnis utama GOTO, baik itu on-demand, e-commerce, maupun fintech, merupakan industri yang relatif muda di Indonesia, sehingga ruang pertumbuhan masih sangat terbuka luas.

Menurut RedSeer, pada tahun 2021, e-commerce hanya menyumbang 8,7% dari total penjualan ritel Indonesia. Hal yang sama berlaku untuk logistik on-demand (dengan tingkat penetrasi 8,3%) dan mobilitas (5,2%). ”Angka-angka ini menggambarkan ruang pertumbuhan yang besar untuk industri- ini,” ungkapnya.

RedSeer juga memproyeksikan GOTO dapat mencatat pertumbuhan bagian pasar yang dapat dijangkau (TAM) sebesar 20% sampai 36% pada 2021-2025.

Ditambah, kekuatan ekosistem GOTO yang lebih lengkap dan unggul dibandingkan dua kompetitor utamanya yaitu SEA Ltd dan Grab. ”SEA tidak memiliki layanan on-demand, sementara Grab tidak memiliki e-commerce,” ungkap Farras.

Baca juga: Adi Sarana (ASSA) Milik TP Rachmat Bentuk Perusahaan Kargo

Ke depan, lini bisnis fintech GOTO diproyeksi akan semakin berkembang dan lebih kontributif pada pertumbuhan GOTO. GoTo Financial sendiri memiliki beberapa bisnis yang terbagi dalam empat kategori, yaitu pembayaran konsumen, pembayaran pedagang, solusi pedagang, dan platform pinjaman.

GOTO menyediakan layanan pembayaran konsumen dijalankan dengan merek GoPay, yang menguasai 25% pangsa pasar di Indonesia dan merupakan pemimpin pasar. Untuk pembayaran merchant, GoTo Financial juga menggunakan brand Midtrans dan IRIS yang menawarkan solusi integrasi pembayaran untuk merchant.

Untuk solusi merchant, GoTo Financial menggunakan brand GoBiz dan Moka yang menawarkan layanan POS (point of sale) yang memudahkan merchant mengakses pembayaran digital dari konsumen. Terakhir, untuk platform pinjaman, GoTo Financial menawarkan layanan GoPaylater dan GoModal, yang memberikan akses ke pinjaman modal (GoModal) dan skema beli sekarang bayar nanti (GoPaylater) dengan imbalan biaya berlangganan dan pendapatan bunga.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com