Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Saran buat Pemodal, Pilih Saham-saham Defensif Ini di Awal Pekan

Minggu, 24 Juli 2022 | 16:03 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) rawan profit taking pada perdagangan Senin (25/7/2022). Para pemodal disarankan untuk melakukan pembelian secara selektif (selective buy) pada saham-saham defensif di awal pekan.

Saham-saham defensif tersebut, antara lain saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel.

“Pemodal juga dapat mencermati saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR),” kata analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan.

Baca juga: Ini Dia Saham-saham Penggerak Pasar di Bulan Juli, Kamu Punya?

Sementara itu, mengenai IHSG, dia mengungkapkan bahwa secara teknikal mulai terbentuk penyempitan positive slope pada stochastic RSI di area jenuh beli (overbought area). Selain itu, terdapat strong resistance di 6.900 atau bertepatan dengan MA20.

“Senin, level resistance IHSG di 6.900, pivot 6.830, dan support 6.780,” jelasnya.

Lebih lanjut Valdy menjelaskan, rebound mayoritas indeks global mulai tertahan pada Jumat (22/7/2022), karena merespons keputusan European Central Bank (ECB) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps. Selanjutnya, pada 27 Juli 2022, bank sentral Amerika Serikat, The Fed juga diperkirakan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps.

Baca juga: Weekend Ceria! Saham-saham Ini Cuan Banget, Ada yang Terbang 121%

Dari data ekonomi, indeks S&P Global Manufacturing PMI di Zona Euro dan Jerman mengindikasikan bahwa sektor manufaktur keduanya kontraksi pada Juli 2022 (<50). Terkait hal ini, harga mayoritas komoditas energi terkoreksi pada Jumat (22/7/2022).

Dari dalam negeri, pertumbuhan M2 Money Supply melambat ke 10,6% (yoy) pada Juni 2022 dari 12,1% di Mei 2022. Data ini mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi domestik relatif baik, meski dibayangi kenaikan inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com