Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Arah IHSG Awal Agustus, Plus Saham Pilihan

Minggu, 31 Juli 2022 | 22:21 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan rawan terkoreksi dalam sepekan ke depan atau awal Agustus, dengan level support 6.908 dan resistance 7.070. Salah satu sentimen kuat yang diperkirakan memengaruhi pergerakan IHSG adalah rilis data inflasi Indonesia, Senin (1/8/2022).

MNC Sekuritas mengungkapkan, secara konsensus, inflasi diperkirakan naik 0,5% (yoy). Hal ini akan menjadi pertimbangan bagi Bank Indonesia (BI) dalam menentukan arah suku bunga acuan selanjutnya.

“Namun, kalau kita kilas balik kemarin, Sri Mulyani mengatakan bahwa ada kemungkinan hingga akhir 2022 suku bunga acuan BI akan naik 100 bps,” kata analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana kepada Investor Daily, Minggu (31/7/2022).

Baca juga: Masih Suasana Ultah, Telkom (TLKM) Mantap di Tiga Besar Market Cap 

Selain inflasi, ia menyebutkan ada rilis indeks manufaktur atau PMI Indonesia yang diperkirakan juga akan menguat dan dapat menjadi kabar baik karena masih berada di atas level 50. Sentimen IHSG lainnya adalah data pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang juga dijadwalkan rilis dalam sepekan ke depan.

“Untuk para investor dapat trading dalam jangka pendek terlebih dahulu dengan selektif memilih saham,” ucap Herditya.

Untuk perdagangan saham sepekan, MNC Sekuritas masih merekomendasikan sektor barang konsumen non-primer dan sektor keuangan.

Baca juga: Wah, Kerugian Garuda Indonesia (GIAA) Berkurang Drastis!

Dari sektor barang konsumen non-primer, Herditya merekomendasikan saham-saham yang berkaitan komoditas sawit dan turunannya, meliputi AALI dengan target harga Rp 10.000-10.500, LSIP Rp 1.300-1.320, dan GZCO Rp 184-200.

Sedangkan di sektor keuangan, dia merekomendasikan saham-saham perbankan, seperti AGRO dengan target harga Rp 940 dan ARTO Rp 11.525-13.000.

Secara terpisah, analis HP Sekuritas Mayang Anggita juga memprediksi IHSG dalam sepekan ke depan berpotensi melemah. Secara teknikal, IHSG ditutup dengan candle shooting star di sekitar area harmonic resistance 6.990-7.000, Jumat lalu.

“IHSG berpotensi melemah, dengan support terdekat berada pada MA50 (moving average) 6.915, disusul MA10 di 6.856. Pelemahan ini merupakan koreksi wajar, mengingat IHSG sudah rally sejak pertengahan Juli lalu,” jelas Mayang.

Baca juga: TERPOPULER: Cuan Lo Kheng Hong di BMTR hingga Laba Allo Bank (BBHI) Terbang

Adapun HP Sekuritas merekomendasikan saham CTRA dengan rata-rata harga saham 50 hari terakhir (MA50) sekitar Rp 900 dan ASII dengan MA10 di kisaran Rp 6.325-6.150. “CTRA berpotensi melanjutkan penguatan menuju horizontal resistance Rp 955, disusul target dari pola inverted head & shoulders di sekitar Rp 985. Sedangkan ASII berpeluang rebound menuju MA50 di Rp 6.625, seiring volume yang menguat, sebelum sampai pada resistance psikologis Rp 7.000,” tutur Mayang.

Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta memperkirakan IHSG sepekan bergerak fluktuatif dengan area support 6.921-6.895. Namun, IHSG juga memiliki tren yang cenderung menguat dengan level resistance 7.032-7.084.

“Ini perkiraan pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan menurut chart pada Jumat (29/7/2022), sepertinya relatif berfluktuatif karena area support terdapat pada 6.921 dan 6.895. Jika IHSG terjadi koreksi, bisa dimanfaatkan untuk akumulasi beli,” ujar Nafan.

Baca juga: Update Aksi Korporasi Merdeka Gold (MDKA): Kuasai Perusahaan Smelter!

Di lain pihak, pengamat pasar modal Wahyu Tri Laksono justru memproyeksikan IHSG akan rebound pada awal Agustus 2022. Ia memproyeksikan IHSG sepekan bergerak pada level resistance 7.250-7.355 dan support 6.800-6.500.

Menurut dia, saham perbankan, industri, barang konsumsi, konstruksi, sebagian saham komoditas dan energi khususnya batu bara, serta sektor teknologi dan telekomunikasi masih berpotensi naik dalam sepekan ke depan.

Secara spesifik, saham-saham dimaksud adalah BMRI, BBCA, BBRI, TLKM, ASII, UNTR, UNVR, WIKA, WSKT, ADHI, BUMI, dan ANTM. “Walau mungkin terjadi koreksi pada IHSG dan beberapa saham tersebut, tapi tren naik masih terbuka 5-10 %,” ujar Wahyu.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com