Menu
Sign in
@ Contact
Search
Indika Energy. Foto: DEFRIZAL

Indika Energy. Foto: DEFRIZAL

Bersiaplah! Pemegang Saham Indika (INDY) bakal Diguyur Rp 595,5 Miliar

Minggu, 7 Agustus 2022 | 19:05 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Rapat direksi dan dewan komisaris PT Indika Energy Tbk (INDY) memutuskan dan menyetujui pembagian dividen interim tahun buku 2022 sebesar US$ 40 juta atau sekitar Rp 595,5 miliar, dengan memperhitungkan kurs tengah Bank Indonesia pada 3 Agustus 2022.

Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono menjelaskan, dividen interim sebesar Rp 114,46 per saham ini akan dibayarkan pada 30 Agustus 2022. Dividen interim akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) atau recording date pada 18 Agustus 2022.

“Dividen interim akan diperhitungkan dalam perhitungan dividen tunai final untuk tahun buku 2022 dalam rapat umum pemegang saham tahunan perseroan tahun buku 2022,” kata Adi dalam keterangan tertulis, yang dikutip Investor Daily, Minggu (7/8/2022).

Baca juga: Laba Bersih Indika (INDY) Terbang to The Moon

Dalam penjelasan jadwal dan tata cara pembagian dividen interim tahun buku 2022, Indika Energy menginformasikan bahwa dividen interim juga akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan dalam subrekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan 18 Agustus 2022.

Bagi pemegang saham yang sahamnya dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen interim dilaksanakan melalui KSEI dan akan didistribusikan ke dalam rekening perusahaan efek dan/atau bank kustodian pada 30 Agustus 2022.

Bukti pembayaran dividen interim akan disampaikan oleh KSEI kepada pemegang saham melalui perusahaan efek dan/atau bank kustodian tempat investor membuka rekeningnya.

Sedangkan bagi pemegang saham yang sahamnya tidak dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI, maka pembayaran dividen interim akan ditransfer ke rekening pemegang saham pada tanggal yang sama.

“Dividen tersebut akan dikenakan pajak sesuai peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Jumlah pajak yang dikenakan akan menjadi tanggungan pemegang saham bersangkutan, serta dipotong dari jumlah dividen yang menjadi hak pemegang saham bersangkutan,” sambung Adi.

Baca juga: Uhuy! Samudera Indonesia (SMDR) Bagikan Dividen Interim

Berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku, dividen tunai tersebut akan dikecualikan dari objek pajak jika diterima oleh pemegang saham wajib pajak badan dalam negeri (WP Badan DN). INDY juga tidak memotong pajak penghasilan atas dividen tunai yang dibayarkan kepada WP Badan DN tersebut.

Sementara itu, dividen tunai yang diterima oleh pemegang saham wajib pajak orang pribadi dalam negeri (WP OP DN) akan dikecualikan dari objek pajak, sepanjang dividen tersebut diinvestasikan di Indonesia.

“Bagi WP OP DN yang tidak memenuhi ketentuan investasi sebagaimana disebutkan di atas, maka dividen yang diterima oleh yang bersangkutan akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) sesuai ketentuan perundang-undangan berlaku. PPh tersebut wajib disetor sendiri oleh WP OP DN bersangkutan, sesuai Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 2021 tentang Perlakuan Perpajakan Untuk Mendukung Kemudahan Berusaha,” papar Adi.

Baca juga: Jelang Pembagian Dividen Interim, Bos Samudera Indonesia (SMDR) Tambah Saham Perseroan

Pemegang saham INDY dapat memperoleh konfirmasi pembayaran dividen melalui perusahaan efek dan atau bank kustodian, tempat investor membuka rekening efek. Selanjutnya pemegang saham wajib bertanggung jawab melaporkan penerimaan dividen termasuk dalam pelaporan pajak pada tahun pajak yang bersangkutan.

Bagi pemegang saham yang merupakan Wajib Pajak Luar Negeri (WPLN), pemotongan pajaknya akan menggunakan tarif berdasarkan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Mereka wajib memenuhi persyaratan Peraturan Direktur Pajak No. PER-25/PJ/2018 tentang Tata Cara Penerapan Persetujuan P3B, dengan menyerahkan DGT kepada KSEI atau BAE paling lambat 23 Agustus 2022.

“Tanpa dokumen dimaksud, dividen tunai yang dibayarkan akan dikenakan PPh pasal 26 sebesar 20%,” pungkasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com