Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi Rupiah. 
Sumber : Antara

Ilustrasi Rupiah. Sumber : Antara

Balik Arah, Rupiah Mampu Menguat 18 Poin

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:18 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pada penutupan pasar Senin (8/8/2022) sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 18 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 35  poin di level Rp 14.876 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.894.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatuf namun ditutup menguat di rentang  Rp 14.850-14.900,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, Senin (8/8/2022).

Baca juga: Awal Pekan, Rupiah Dibuka Lesu 0,24% ke Rp 14.930 Per Dolar AS

Pasar terus memantau perkembangan Cadangan Devisa  Indonesia  yang mengalami penurunan walaupun pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2022 melampau ekspektasi yaitu di 5,44%.  Penguatan pertumbuhan ekonomi di Kuartal Kedua 2022 tidak diikuti oleh gerak Langkah cadangan devisa, Namun turunnya cadangan devisa  mata uang rupiah tetap menguat.

Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2022 sebesar US$ 132,2 miliar. Berkurang US$ 4,2 miliar atau turun 3,08% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan posisi cadangan devisa pada Juli 2022 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Meski demikian, cadangan devisa itu masih relatif tinggi. Setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Baca juga: Jaga Rupiah dan Bayar Utang LN, Cadangan Devisa Turun US$ 4,2 Miliar

Dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap mata uang lainnya sejak pertengahan Juni pada hari Senin, didukung oleh imbal hasil Treasury yang lebih tinggi setelah data pekerjaan blockbuster AS mengangkat ekspektasi untuk pengetatan kebijakan Federal Reserve yang lebih agresif.

Pedagang saat ini melihat probabilitas 73,5% The Fed melanjutkan laju kenaikan suku bunga 75 basis poin untuk keputusan kebijakan berikutnya pada 21 September, dari sekitar 41% sebelum data penggajian yang kuat secara mengejutkan pada hari Jumat menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan upah akan memicu tekanan inflasi.

Fokus minggu ini adalah pada indeks harga konsumen AS yang akan dirilis Rabu, dan apakah itu dapat memperkuat peluang kenaikan suku bunga berukuran super. Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan inflasi tahunan turun menjadi 8,7% pada Juli dari 9,1% sebelumnya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com