Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (tengah), Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati (kiri), dan Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini dalam paparan public expose BNI Semester I 2022, di Jakarta, Jumat (29/7/2022).

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (tengah), Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati (kiri), dan Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini dalam paparan public expose BNI Semester I 2022, di Jakarta, Jumat (29/7/2022).

Optimistis Target Kinerja Tercapai, Begini Prospek Saham BNI (BBNI)

Rabu, 10 Agustus 2022 | 08:00 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memaparkan sejumlah katalis yang memicu kenaikan saham BBNI. Diproyeksi tren kenaikan berlanjut dan semakin membaik seiring dengan target kinerja keuangan perseroan yang juga kian merekah.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, harga saham BNI pada perdagangan Selasa (9/8/2022) ditutup pada Rp 8.450, menguat 2,42% dalam 1 hari, dan tercatat naik 25,2% dibandingkan akhir 2021. Kenaikan saham BNI jauh lebih tinggi indeks bluechip LQ45 yg naik 8,3% year to date (ytd), dan juga lebih baik dibanding peers bank.

Novita menyampaikan, katalis utama dari peningkatan ini adalah kinerja fundamental perseroan yang terus mencatatkan kinerja yang solid. Seperti yang sudah diketahui, BNI membukukan laba bersih sampai dengan semester I sebesar Rp 8,8 triliun, atau tumbuh 75,1% secara year on year (yoy), pencapaian laba ini 10% di atas estimasi konsensus. Atas pencapaian laba yang baik ini, pihaknya juga merevisi turun guidance biaya pencadangan.

Baca juga: Melalui Program Financial Ecosystem, BNI (BBNI) Perkuat Kerjasama dengan Ditjen Diktiristek

"Menariknya, kinerja yang solid ini dicapai bukan dengan strategi tumbuh agresif, melainkan justru melalui strategi tumbuh selektif dan prudent. Hal ini kami yakini membuat investor melihat BNI sebagai saham yang defensif ke depannya," tutur Novita kepada Investor Daily, Selasa (9/8/2022).

Katalis lainnya, lanjut Novita adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal II yang impresif, mencapai 5,44% yang melebihi ekspektasi pasar, sehingga turut memberikan sentimen positif bagi IHSG. "Sepanjang tahun ini saham BNI menerima net inflow dana investor asing sebesar Rp 5,3 triliun, yang merupakan inflow dana asing terbesar relatif terhadap kapitalisasi pasar, jika dibandingkan dengan bank BUKU IV lainnya," kata dia.

Ke depan, manajemen BNI tetap menjadikan peningkatan valuasi saham sebagai salah satu prioritas. "Tentunya hal ini bertujuan untuk memberikan return yang optimal bagi investor. Untuk mencapainya, kinerja keuangan yang solid dan sustain akan terus dicapai, di mana hal tersebut tidak dicapai dengan instan, namun melalui transformasi perusahaan yang terus berjalan, konsistensi dalam perbaikan kualitas aset dan peningkatan ekspansi bisnis yang prudent, di mana hasilnya dapat dimonitor oleh investor melalui publikasi kinerja keuangan yang kami lakukan," jelas Novita.

Baca juga:Bawa Puluhan Ribu UMKM Go Export, BNI (BBNI) Diapresiasi BI

Perseroan berharap tren kinerja ekonomi pada semester kedua tahun ini akan kembali membuat fungsi intermediasi dan kinerja BNI semakin kuat. “Dengan tren pemulihan ekonomi yang terus berlanjut, dan transformasi yang kami lakukan sudah mulai menunjukkan hasil, maka kami pun berharap laba tahun ini mampu menembus rekor laba tertinggi sepanjang sejarah BNI,” ujar Novita.

Novita menyebut, sampai dengan semester I-2022 outstanding kredit BNI mencapai Rp 620,4 triliun tumbuh 8,9% (yoy). Pertumbuhan didukung dari segmen konsumer yang tumbuh 12,3% (yoy) menjadi Rp 104,2 triliun, dan business banking 7,7% (yoy) menjadi Rp 512,3 triliun. Selama kuartal II-2022, BNI menyalurkan pencairan kredit Rp 74,3 triliun, lebih tinggi dibandingkan di kuartal II-2021 yang mencapai Rp 59,3 triliun. Pencapaian tersebut membuat perseroan optimistis mencapai target tahun ini.

“Kami targetkan secara bank wide kredit sampai akhir tahun ini tumbuh 7-10%. Melihat sampai Juni sudah tumbuh 8,9% (yoy). Kami akan kedepankan kualitas kredit, jadi kami tidak tergesa-gesa mengejar kredit, kami jaga portofolio jangka panjang untuk mengatasi kondisi makro. Kami fokus pertumbuhan sehat dan sustain,” papar Novita.

Editor : Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com