Menu
Sign in
@ Contact
Search
Foto udara aktivitas bongkar muat nikel di areal pabrik milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara. (ANTARA FOTO/Jojon/wsj)

Foto udara aktivitas bongkar muat nikel di areal pabrik milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara. (ANTARA FOTO/Jojon/wsj)

Nikel Jadi Katalis Utama Antam (ANTM), Target Harga Sahamnya Baru nih!

Minggu, 14 Agustus 2022 | 11:50 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam tengah menangkap peluang pertumbuhan pada semester II-2022 di tengah ketidakpastian global yang menekan kinerja. Meskipun hanya menargetkan penjualan emas yang konservatif, stabilitas di segmen nikel tetap menjadi katalis utama bagi profitabilitas Antam secara keseluruhan.

RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli ANTM dengan target harga baru Rp 3.180 dari sebelumnya Rp 3.450. Target harga tersebut ditentukan setelah analis menurunkan proyeksi pendapatan Antam pada 2023-2024 masing-masing sebesar 3% dan 8% sebagai tanggapan terhadap target penjualan emas yang konservatif pada tahun ini.

Antam hanya menargetkan 900 ribu oz emas pada 2022 atau turun 5% (yoy), dan tekanan dari suku bunga global yang lebih tinggi mengurangi momentum harga jualnya untuk saat ini.

Baca juga: Antam (ANTM) dan CNGR Mau Bangun Kawasan Industri, Demi Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik

Meski demikian, menurut analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya, harga nikel masih berada pada level yang tinggi, yakni pada kisaran US$ 22.000 dan 20.800 per ton (berdasarkan LME) untuk proyeksi 2022 dan 2023. Tantangan tetap ada, yaitu krisis gas alam Uni Eropa, kenaikan suku bunga global, dan masalah pasar properti Tiongkok, namun untuk jangka pendek.

“Fundamental nikel dalam jangka panjang tetap positif. Potensi surplus dari peningkatan pasokan (tambahan volume dari Indonesia) kemungkinan akan dilawan dengan adopsi EV yang lebih cepat. Pasar nikel akan kembali defisit dalam 5-10 tahun ke depan, berdasarkan studi Wood Mackenzie,” tulis Andrey dalam riset terbaru.

Dia menyebut Antam telah mengantisipasi kenaikan suku bunga dengan membatasi prospek emas. Kekuatan dolar AS tetap menjadi rintangan bagi pergerakan aset safe haven ini. “Kita bisa melihat beberapa resistensi pada harga emas di kisaran US$ 1.750/oz (rata-rata ytd adalah US$ 1.820/oz) untuk sementara waktu. Sedangkan harga jual rata-rata emas ANTM pada US$ 1.800/oz, turun 3% dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Andrey.

Secara keseluruhan, operasi ANTM harus tetap sehat, mengingat bisnis nikel yang stabil di tengah penguatan harga jual rata-rata (+14% yoy tahun ini). Peningkatan volume penjualan bijih nikel diproyeksi naik 30%, yang akan mengimbangi panduan datar untuk segmen feronikel karena ekspektasi permintaan ekspor yang lebih rendah.

Baca juga: Harga Jual Nikel Tetap Tinggi, Berikut Rekomendasi Saham Vale (INCO)

Peningkatan topline dari gabungan segmen nikel bakal menjadi pendorong utama untuk ekspansi margin, yang mengarah ke pertumbuhan yang kuat untuk bottomline (+67% yoy), yang menurut estimasi analis 20-25% lebih rendah dari konsensus. Stabilitas operasional perusahaan seharusnya bisa meredam sentimen negatif dari berita terbaru tentang malapraktik transaksi emas pada tahun 2018.

“Manajemen ANTM sedang mempersiapkan uji materi (judicial review) atas tuduhan tersebut (gugatan sebesar Rp 1 triliun telah diajukan). Sejauh ini belum ada rincian lebih lanjut dari perusahaan,” sebut Andrey.

Adapun diskon ESG 4% telah dimasukkan ke dalam penilaian RHB Sekuritas, berdasarkan metodologi kepemilikan dengan target 2022 EV/EBITDA di kisaran 12 kali. Sedangkan risiko jangka pendeknya adalah isu-isu terkait emisi tinggi dari peningkatan konsumsi bahan bakar fosil serta eksploitasi lingkungan. Risiko lainnya termasuk perubahan peraturan pemerintah dan tren penurunan harga komoditas lebih lanjut.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com