Menu
Sign in
@ Contact
Search
Aktivitas pertambangan batu bara PT Black Diamond Resources Tbk (COAL). (Foto: Perseroan)

Aktivitas pertambangan batu bara PT Black Diamond Resources Tbk (COAL). (Foto: Perseroan)

Perusahaan Batu Bara Black Diamond (COAL) Mau IPO, Harga Terjangkau!

Minggu, 14 Agustus 2022 | 20:25 WIB
Ghafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan tambang batu bara, PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) mengincar dana Rp 227,5 miliar dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Black Diamond siap melepas sebanyak 1,75 miliar saham baru atau setara 25,93%, dengan harga penawaran Rp 100-130 per saham.

Manajemen Black Diamond dalam prospektusnya, yang dikutip pada Minggu (14/8/2022) mengungkapkan bahwa perseroan telah menunjuk PT Surya Fajar Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi tersebut. Masa penawaran awal akan dilakukan pada 12-22 Agustus 2022, disusul perkiraan tanggal efektif pada 29 Agustus 2022, masa penawaran umum pada 31 Agustus–5 September 2022, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 September mendatang.

Sesuai rencana, sebanyak Rp 40 miliar dana yang dihimpun dari IPO akan disalurkan kepada entitas anak, yakni PT Dayak Membangun Pratama (DMP) untuk digunakan sebagai belanja modal. Rinciannya, sebesar Rp 30,88 miliar akan disalurkan kepada DMP untuk membayar utang kepada kontraktor PT Heral Eranio Jaya dan CV Putra Jaya atas pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan. Serta sekitar Rp 9,11 miliar untuk pembangunan mess karyawan dan workshop DMP.

Baca juga: Target Kinerja Indo Tambang (ITMG) Direvisi Naik, Bagaimana Sahamnya?

Sisa dana IPO COAL akan disalurkan kepada Dayak Membangun Pratama untuk modal kerja, antara lain untuk membayar vendors dan pemasok DMP, membayar biaya para kontraktor tambang, pembelian bahan bakar, perbaikan dan peningkatan kualitas jalan tambang, dan digunakan untuk pembelian peralatan kantor, gaji karyawan, dan lainnya.

Black Diamond Resources adalah perusahaan induk atas perusahaan pemegang IUP produksi batu bara, yang melakukan aktivitas penambangan di area Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Saat ini, perseroan memiliki satu entitas anak yang dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan perusahaan, yakni PT Dayak Membangun Pratama. Perseroan memiliki penyertaan secara langsung pada entitas anak tersebut.

Sebanyak 52,5% saham Black Diamond Resources dimiliki oleh Sujaka Lays, yang juga merupakan Presiden Direktur PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF). Selanjutnya, sebanyak 30% saham COAL dimiliki oleh PT Esa Gemilang, 7,5% milik Arie Rinaldi, 5% milik PT Alam Tulus Abadi, dan 5% milik Herry Sen.

Baca juga: Bumi Resources (BUMI) Mau Private Placement Rp 408 Miliar, Siapa yang Masuk?

Sepanjang Januari-April 2022, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 95,53 miliar, naik 127,02% dibanding periode sama tahun lalu Rp 42,09 miliar. Dengan laba tahun berjalan setelah dampak performa yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 41,18 miliar, melesat 102,47% dibanding tahun lalu Rp 20,34 miliar.

Jumlah aset perseroan hingga akhir April 2022 mencapai Rp 368,11 miliar, meningkat dibanding 31 Desember 2021 yang sebesar Rp 197,59 miliar. Sementara jumlah ekuitas pada 30 April 2022 sebesar Rp 118,54 miliar, tumbuh dari akhir tahun lalu Rp 79,31 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com