Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) Kaspar Situmorang (tengah) bersama jajaran direksi dan komisaris Bank Raya. (Investor Daily/David Gita Roza)

Direktur Utama PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) Kaspar Situmorang (tengah) bersama jajaran direksi dan komisaris Bank Raya. (Investor Daily/David Gita Roza)

Rancang Rights Issue 15,39% Saham, Bank Raya (AGRO) Bertransformasi ke Bank Digital

Rabu, 17 Agustus 2022 | 08:08 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) akan menggelar penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak 3,4 miliar saham atau setara dengan 15,39% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dana penerbitan saham baru akan dimanfaatkan untuk penguatan permodalan terutama ekspansi bisnis melalui penyaluran kredit.

Manajemen Bank Raya melalui keterbukaan informasi di Jakarta, Selasa (16/8/2022), menyebutkan bahwa aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada 22 September 2022. Sedangkan PMHETD tersebut akan dilaksanakan paling lama 12 bulan setelah disetujui pemegang saham.

Baca juga: Bank Raya (AGRO) Pastikan Cetak Laba Tahun Ini

Manajemen Bank Raya menyebutkan penerbitan saham baru ini juga bagian dari aspirasi baru, yaitu “The Best Digital Bank by Becoming House of Fintech & Home for Gig Economy”. “Dengan aspirasi ini, perseroan memiliki arah kebijakan untuk pengembangan produk bank digital melalui pendekatan B2C dengan menggunakan direct sales dari community branch, serta melalui pendekatan B2B2C dengan menjalin business partnership dengan Fintech untuk memperkuat customer base.” terangnya.

Guna mengakselerasi transtormasi tersebut, manajemen Bank Raya menambahkan perseroan berencana membangun pondasi keuangan yang kuat untuk model bisnis yang baru melalui penguatan permodalan. Nantinya dana penguatan tersebut digunakan untuk ekspansi penyaluran pinjaman maupun penguatan pendanaan kepada segmen pasar yang baru, terutama segmen gig economy.

Baca juga: Bank Raya Diramu BRI untuk Integrasikan Proses Bisnis

Selain itu, perseroan menyebutkan penerbitan saham baru bagian dari pemenuhan modal inti minimum bank umum sesuai dengan Peraturan OJK N0.12/POJK.03/2020. “Dengan PMHETD ini diharapkan perseroan dapat memenuhi kewajban berdasarkan POJK No.12 tersebut,” tulisnya.

Sementara itu, harga saham AGRO kemarin ditutup melemah Rp 55 (6,75%) menjadi Rp 760.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com