Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak
Sumber: Antara

ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

Minyak Terkonsolidasi Dibayangi Beragam Sinyal OPEC+

Kamis, 18 Agustus 2022 | 11:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, meskipun rilisnya data stok EIA mendukung harga minyak. Namun, beragam sinyal dari OPEC+ membuat pergerakan harga minyak pagi ini ikut bergerak terkonsolidasi. OPEC memperingatkan risiko ketatnya pasokan di tengah permintaan yang kuat, akan tetapi laporan di pasar menunjukkan peningkatan produksi di dua produsen utama OPEC+ yakni Arab Saudi dan Rusia.

Dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA), menunjukkan stok minyak mentah AS dalam sepekan merosot drastis sebesar 7.06 juta barel, melebihi proyeksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 275 ribu barel. Untuk stok bensin juga turun sebesar 4.64 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 1.10 juta barel.

“Laporan EIA tersebut mengindikasikan menguatnya permintaan di pasar energi AS,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (18/8/2022).

Baca juga: Minyak Naik 1,5% Akibat Penarikan Stok AS

Tim Research and Development ICDX mengatakan menambahkan, turut mendukung pergerakan harga minyak, Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al-Ghais memperingatkan risiko kekurangan pasokan di pasar akibat berkurangnya cadangan produksi di sisi produsen. OPEC dan sekutunya memiliki kapasitas menganggur sekitar 2 juta hingga 3 juta bph, atau sekitar 3% dari produksi dunia. Namun, Al-Ghais menegaskan bahwa OPEC+ harus menjatah cadangan produksi yang ‘sangat terbatas’ dengan ‘sangat hati-hati’.

Selain itu, Al-Ghais juga memprediksi bahwa permintaan minyak dunia akan meningkat hampir 3 juta barel per hari tahun ini, didukung oleh kembalinya Tiongkok dari penguncian terkait Covid. OPEC+ dijadwalkan akan bertemu kembali pada 5 September mendatang.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, produksi minyak mentah Arab Saudi bulan Juni naik menjadi 10.65 juta bph dari 10.54 juta bph pada Mei, yang sekaligus merupakan level tertinggi dalam lebih dari dua tahun, ungkap laporan yang dirilis hari Rabu oleh Joint Organizations Data Initiative (JODI). Selain itu, ekspor minyak mentah pada Juni juga dilaporkan naik sekitar 2% menjadi 7.20 juta bph dari sekitar 7.05 juta bph yang dilaporkan untuk Mei.

Baca juga: Minyak Jatuh ke Level Terendah 6 Bulan

“Laporan tersebut semakin menguatkan isyarat Saudi untuk menambah pasokan, sebagaimana yang disampaikan oleh kepala eksekutif perusahaan minyak negara Saudi Aramco pada pekan lalu,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Masih dari sisi pasokan, Tim Research and Development ICDX menyebut, Rusia telah mulai meningkatkan produksi minyak secara bertahap pasca embargo terkait invasi Ukraina, dan peningkatan pembelian dari Asia, yang sekaligus membuat Rusia meningkatkan perkiraan untuk produksi dan ekspor hingga akhir 2025, ungkap dokumen kementerian ekonomi yang ditinjau oleh Reuters. Dalam dokumen tersebut juga menunjukkan bahwa pendapatan Rusia dari ekspor energi diperkirakan akan naik 38% pada tahun ini didorong oleh volume ekspor minyak yang lebih tinggi, ditambah dengan kenaikan harga gas.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 90 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 80 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com