Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi investasi reksa dana. Foto: Pixabay

Ilustrasi investasi reksa dana. Foto: Pixabay

Situasi Global Volatil, Peluang Investasi di Reksa Dana Saham Masih Menarik

Rabu, 7 September 2022 | 04:30 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Di tengah situasi global yang masih volatil, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Krizia Maulana menilai bahwa peluang investasi di reksa dana saham masih menarik dalam jangka panjang.

Krizia memprediksi, kondisi makro ekonomi Indonesia yang lebih solid, disertai pertumbuhan laba perusahaan yang diperkirakan tumbuh pada laju sehat, bisa mendorong pergerakan pasar saham. “Dalam jangka panjang, peluang investasi di reksa dana saham jelas masih menarik,” ungkap Krizia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/9/2022).

Namun investor disarankan turut melakukan diversifikasi aset dan menambah porsi kepemilikan investasi di instrumen yang memiliki tingkat korelasi rendah antaraset pada portofolionya. Contohnya seperti di reksa dana campuran.

“Alasannya, kondisi pasar yang dinamis menawarkan peluang menarik bagi investor. Berinvestasi pada berbagai jenis kelas aset reksa dana sekaligus, seperti saham, obligasi, dan pasar uang dalam satu portofolio investasi dapat menjadi cara efektif meraup peluang guna memacu pertumbuhan investasi kita,” jelas Krizia.

Baca juga: Kolaborasi Eastspring-MNC Sekuritas Permudah Akses Investasi Reksa Dana 

Menurutnya, reksa dana campuran memungkinkan investor untuk mendapatkan return lebih optimal dengan risiko yang lebih terjaga. Meski pasar saham masih memberikan peluang menarik ke depannya. Rekomendasi diversifikasi investasi juga dilatarbelakangi masih adanya tekanan dari global.

“Tetap perhatikan bahwa dalam memilih portofolio investasi, investor harus menyesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, dan jangka waktu investasi masing-masing,” tegas Krizia.

Krizia menjelaskan, perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan potensi penguatan yang solid, berbeda dengan perekonomian dunia seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok yang mengalami normalisasi.

Baca juga: Investasi Reksa Dana Jadi Solusi di Tengah Isu Resesi Global

Pasalnya, lanjut dia, berbagai indikator ekonomi masih menunjukkan pemulihan ekonomi yang kuat hingga beberapa waktu ke depan, meski ada faktor kenaikan harga BBM bersubsidi yang berpotensi menaikkan angka inflasi.

Manulife Aset Manajemen Indonesia bahkan meyakini, Indonesia masih terus menunjukkan tren penguatan ekonomi hingga akhir tahun. Krizia menilai, kenaikan harga BBM bersubsidi sudah diantisipasi oleh pasar, sementara momentum pemulihan ekonomi Indonesia saat ini telah ada di level penguatan, sehingga dampak kenaikan telah dimitigasi.

Kenaikan harga BBM juga dinilai membuat anggaran pemerintah lebih terjaga dan tepat sasaran, sehingga Indonesia masih menjadi pasar yang dilirik investor asing. Perlu diwaspadai investor saat ini adalah faktor global. Pengetatan bank sentral yang terlalu agresif berpotensi memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi global.

“Selain itu, masih belum selesainya konflik Rusia-Ukraina turut berdampak pada harga komoditas dan tekanan inflasi yang dapat memengaruhi kebijakan moneter bank sentral global,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com