Menu
Sign in
@ Contact
Search
Nasabah melakukan transaksi di ATM BSI, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Investor Daily/David Gita Roza)

Nasabah melakukan transaksi di ATM BSI, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Investor Daily/David Gita Roza)

Ekonom: Rights Issue  Dongkrak Likuiditas Saham Bank Syariah (BRIS)

Kamis, 8 September 2022 | 10:54 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Ekonom dan Praktisi Pasar Modal,  Lucky Bayu Purnomo menilai penerbitan saham baru (rights issue) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akan berimbas positif terhadap likuiditas saham perusahaan.

Bank Syariah Indonesia atau BSI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 6 miliar saham baru pada Kuartal IV – 2022. Rights issue ini dilaksanakan setelah rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 23 September 2023 mendatang menyetujui aksi kporasi tersebut.

Baca juga: Laba Bersih BSI (BRIS) Melesat 41,3% di Semester I-2022

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB hingga efektifnya pernyataan pendaftaran adalah tidak lebih dari 12 bulan.

“BRIS memiliki kapitalisasi pasar yang besar, sehingga perusahaan akan menghadapi banyak tantangan karena harga sahamnya tidak bersifat volatilitas. Untuk mendorong volatilitas lebih tinggi, rights issue menjadi salah satu solusi,” kata Lucky di Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Praktisi Pasar Modal,

Dia mengatakan, hadirnya saham baru akan menciptakan ruang penawaran bagi investor untuk memiliki saham, sehingga akan meningkatkan jumlah saham beredar. Penerbitan saham baru, lanjutnya, dapat dilakukan pada tahun ini.

Saat ini, pemegang saham publik di BSI masih berada di bawah ketentuan yaitu 7,08%. Sebanyak 92,93% saham BSI dimiliki PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Di sisi lain, kapitalisasi pasar BSI mencapai Rp 62,11 triliun. Dan, harga saham BSI pada setahun terakhir bergerak di rentang Rp1.205–Rp 2.370 per lembar.

Padahal dari sisi kinerja, tercatat pada Kuartal II - 2022 BSI membukukan laba bersih Rp 2,13 triliun atau naik 41,31% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian ini disokong  pertumbuhan pembiayaan sebesar Rp191,29 triliun, naik 18,55% yoy.

Lucky melanjutkan hal penting lain yang wajib diperhatikan dalam rights issue adalah alokasi penggunaan dana yang  dihimpun. “Kalau BSI belanja BTN Syariah, itu sangat tepat. BSI memerlukan tambahan aset produktif yang lebih agresif,” katanya.

Baca juga: Wujudkan Top 10 Global Sharia, BSI (BRIS) Bersiap Rights Issue

Seperti diberitakan, rencana BSI mengakuisisi unit usaha syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BBTN telah bergulir sejak lama. Pada awal 2022, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa bergabungnya BTN Syariah akan memperkuat posisi dan meningkatkan kapasitas pasar bank-bank syariah BUMN, yang kini tergabung dalam BRIS.

Sementara itu, Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho berharap rights issue meningkatkan ekuitas perseroan, sehingga rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) dapat mencapai di atas 20% hingga akhir 2025.

“Saat ini, CAR BSI berada di kisaran 17%. Ini  sesuai dengan average CAR Top 10 National Bank dan menjaga level of comfort market,” ujarnya.

Cahyo mengatakan suntikan modal ini nantinya akan mendukung ekspansi  BSI, baik secara organik maupun non  organik. Hingga 2025, BSI memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan dengan compound annual growth rate (CAGR)  di atas 15%.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com