Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Pasar Saham Akhir September, Ceria atau Muram?

Senin, 26 September 2022 | 00:35 WIB
Ghafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Sepekan ke depan adalah pekan terakhir bulan September, yang selama ini dianggap kurang bersahabat bagi investor saham. Lantas, bagaimana peluangnya kali ini, apakah pasar saham bakal muram atau malah berakhir dengan istilah “September Ceria”?

Untuk diketahui, dalam 10 tahun terakhir, indeks harga saham gabungan (IHSG) di bulan September lima kali positif dan lima kali negatif. Meski demikian, jika dihitung rata-rata, IHSG pada September dalam kurun waktu 10 tahun terakhir -0,63%.

Baca juga: Saham-saham Ini Menggebrak, Cuannya Berlimpah

Sementara itu, pada September kali ini hingga tanggal 23, IHSG stagnan di level 7.178,5 dibandingkan posisi akhir Agustus yang juga di level 7.178,5.

Untuk sepekan ke depan, kalangan analis memprediksi IHSG kembali melemah, dengan kisaran pergerakan 7.150-7.215. Sebab IHSG dikepung oleh banyak sentimen negatif, di antaranya isu kenaikan suku bunga acuan The Fed dan inflasi.

“Tidak menutup kemungkinan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 bps pada pertemuan berikutnya,” kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus kepada Investor Daily, Minggu (25/9/2022).

Baca juga: Suku Bunga Naik, Ajaib Sekuritas Rekomendasikan Saham Sektor Ini

Menurut dia, agresivitas The Fed bakal mendorong Bank Indonesia (BI) untuk menyesuaikan jarak premi antara suku bunga The Fed dan BI agar tidak terjadi capital outflow yang lebih besar dan akan membuat kurs rupiah melemah.

“The Fed sudah menyampaikan bakal mendorong suku bunga mencapai 4,5% pada tahun ini. Jarak antara suku bunga acuan The Fed dengan suku bunga BI berkisar 75-100 bps, setidaknya untuk saat ini,” tuturnya.

Sejauh ini, kata Nico, fundamental ekonomi Indonesia masih mampu menjaga pasar dari ketidakpastian. “Kami melihat IHSG masih dapat menyentuh target tahun ini di 7.380. Sepekan ke depan, selama IHSG belum mampu melewati 7.250, tampaknya IHSG bakal kembali melemah. IHSG kemungkinan bergerak pada kisaran 7.150-7.215,” jelas dia.

Baca juga: Bukan Value Investing! Lo Kheng Hong Awalnya Pakai Strategi Beli Saham IPO, Listing Jual

Hal senada dikatakan oleh analis Kanaka Hita Solvera, Raditya Pradana. Dia memprediksi IHSG kembali melemah dengan kisaran pergerakan pada level 7.016-7.021. Isu inflasi dan suku bunga bank sentral masih membayangi IHSG.

Dia pun menyarankan pemodal untuk mencermati saham-saham di sektor barang konsumsi primer karena memiliki potensi penguatan. Misalnya, saham UNVR dengan rekomenasi buy dan target harga Rp 6.500. Lalu, saham MYOR dengan target harga Rp 2.200.

Baca juga: WIR Asia (WIRG) Sang Penguasa Platform Metaverse, Target Harga Sahamnya Mantap!

Sementara itu, secara teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga mengungkapkan, IHSG cenderung bearish selama belum mampu menembus level resistance di level 7.377. Terlebih, sentimen kenaikan suku bunga acuan The Fed dan BI masih menggelayuti IHSG.

Dalam sepekan ke depan, menurut Herditya, pemodal perlu memantau beberapa saham, yaitu INDF dengan target harga Rp 6.450, ICBP Rp 9.100, MPMX Rp 1.100, dan ABBA Rp 250.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com