Menu
Sign in
@ Contact
Search
Rupiah Berpotensi Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Acuan AS. 
Sumber : Antara

Rupiah Berpotensi Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Acuan AS. Sumber : Antara

Rupiah Kian Melemah, Masuk Babak Baru di Rp 15.100-an

Senin, 26 September 2022 | 15:29 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pada penutupan awal pekan, Senin (26/9/2022), mata uang rupiah ditutup melemah 92 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 95 poin di level Rp 15.129 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.037.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup melemah di rentang  Rp. 15.110 - Rp. 15.150,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Senin (26/9/2022).

Baca juga: Dibuka Melemah, Hati-hati Rupiah Bisa Sentuh Rp 15.100 Per Dolar AS Pekan Ini

Di internal, boleh dikatakan cukup mengejutkan bagi pelaku pasar, ketika Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (RDG BI) pada 21-22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,25%, diikuti kenaikan suku bunga Deposit Facility  sebesar 50 bps menjadi 3,50%, dan kenaikan suku bunga Lending Facility  sebesar 50 bps menjadi 5,00%.

“Dikatakan keputusan itu cukup mengejutkan, karena mayoritas ekonom memperkirakan kenaikan BI rate hanya sebesar 25 bps menjadi 4%. Pun demikian dengan besaran kenaikan Deposit facility dan Lending facility yang masing-masing sebesar 25 bps,” kata Ibrahim.

Baca juga: Rupiah Masih Bertengger di Rp 15.000, Simak Penjelasan BI

Menurutnya, keputusan RDG BI kali ini menegaskan stance atau view bank sentral ke depan yang lebih ketat (hawkish) dengan pertimbangan utama ekspektasi inflasi yang melampaui sasaran inflasi yang 2-4% pasca kenaikan harga BBM. 

Secara umum latar belakang dan dasar pertimbangan kenaikan BI rate sebesar 50 bps, yang boleh dikatakan di luar kebiasaan karena biasanya kenaikan hanya 25 bps, dapat diterima dan logis, salah satu tujuan utamanya adalah jelas untuk mengendalikan laju inflasi agar tidak berada jauh di luar koridor ekspektasi dan target inflasi yang 2-4% di akhir tahun ini.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Ikut Naik, Rupiah Makin Ambles

Kalau pun pada akhirnya realisasi inflasi tahunan akan melampaui sasaran yang batas atasnya 4%, namun pelampauannya tidak berlebihan atau eksesif sehingga berpotensi mendistorsi roda perekonomian nasional.

Sedangkan, secara eksternal, dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya pada hari Senin, setelah sikap hawkish Federal Reserve. Lalu para pedagang meragukan keberlanjutan rencana ekonomi pemerintah Inggris yang baru.

Baca juga: Usai The Fed Naikkan Suku Bunga, Rupiah Tembus Lagi ke Rp 15.000 per Dolar AS

Kekhawatiran pasar terhadap potensi resesi kian mengemuka setelah Federal Reserve mengerek suku bunga acuan di kisaran 3,00-3,25%.

The Fed, dengan sinyal hawkish-nya, mengisyarakan kenaikan suku bunga hingga 4,6% pada tahun depan. Hal ini semakin membebani ekonomi dunia bahwa tren suku bunga bakal mendorong AS ke dalam perlambatan pertumbuhan.

 

 

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com