Menu
Sign in
@ Contact
Search

Fluktuasi Saham Cerminkan Kinerja Emiten

Rabu, 3 Juli 2013 | 12:11 WIB
Antara (redaksi@investor.id)

JAKARTA-Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan fluktuasi suatu saham yang tercatat di industri pasar modal domestik merupakan cerminan kinerja suatu emiten.

"Naik-turunnya saham itu apresiasi investor terhadap kinerja perusahaan," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen usai pencatatan saham perdana PT Electronic City (ECII) di Jakarta, Rabu (3/7).

PT Electronic City Indonesia Tbk hari ini (3/7) resmi mencatatkan sahamnya di BEI. Saham ECII merupakan emiten Ke-18 dibuka stagnan atau tidak bergerak harganya di posisi Rp4.050 per lembar saham. Saham ECII sempat menguat ke posisi Rp4.070 per lembar saha atau naik sebesar 20 poin.

Hoesen mengharapkan perusahaan yang sudah dicatat dalam papan perdagangan saham BEI dapat mendukung industri pasar modal Indonesia lebih baik kinerjanya di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak.

"Kami optimis perusahaan domestik masih dapat membukukan kinerja positif," kata dia.

Pada tempat yang sama, Direktur Komersial dan Investor Relations ECII, Fery Wiraatmadja mengharapkan menjelang puasa permintaan terhadap barang elektronik dapat meningkat.

"Jelang puasa dan lebaran biasanya mengalami kenaikan permintaan terhadap barang elektronik. Saat ini permintaan sudah mulai naik. Puncaknya biasanya di minggu kedua jelang lebaran," kata dia.

Ia memproyeksikan permintaan barang elektronik akan mengalami kenaikan sebesar 20 persen-30 persen dibanding bulan biasa. Penjualan menjelang puasa dan lebaran dapat berkontribusi sebesar 12 persen terhadap total pendapatan perseroan.

Terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, perseroan mengaku tidak terlalu berdampak pada kinerja perseroan. Namun, pihaknya akan menyesuaikan harga jual akibat kenaikan harga BBM bersubsidi itu.

Dikemukakan, perseroan meraih dana IPO sebesar Rp1,34 triliun. Dana itu akan digunakan untuk melunasi pinjaman kepada Bank Victoria sebesar Rp15 miliar, Bank CIMB Niaga sekitar Rp75 miliar. Selain itu, dana IPO juga untuk biaya pengembangan toko sekitar 85 persen dan sisanya untuk modal kerja. (ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com