Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST

PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST

ABM Investama Catat Kelebihan Permintaan Obligasi Global Hingga US$ 250 Juta

Minggu, 1 Agustus 2021 | 15:26 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) obligasi global (global bond) hingga US$ 250 juta dari total nilai penerbitan US$ 200 juta.

ABM Investama menerbitkan global bond sebesar US$ 200 juta bertenor lima tahun dengan tingkat bunga tetap (fixed income security) dan dua tahun bisa ditarik kembali (non-callable). "Tingkat bunga dari global bond itu adalah 9,87%," tulis BondEvalue, Minggu (1/8).

Dana dari penerbitan global bond akan digunakan untuk mendanai penawaran tender (tender offer) global bond yang diterbitkan sebelumnya. Global bond tersebut bernilai US$ 350 juta dengan tingkat bunga 7,12% dan jatuh tempo pada 2022.

Belum lama ini, Fitch Ratings telah menyematkan peringkat B+ dengan adanya pengajuan global bond ini. Peringkat ini sama dengan peringkat tingkat gagal bayar ABM Investama.

"Pengajuan penerbitan global bond ini akan menjadi jalan satu-satunya dalam mengatasi kewajiban utang jatuh tempo ABM sebesar US$ 350 juta pada 2022, karena kami meyakini perusahaan tidak memiliki arus kas yang memadai untuk melakukan pembayaran tersebut," tulis Fitch dalam laporannya.

ABM Investama memiliki kas dan setara kas sebesar US$ 117 juta dengan utang bertenor pendek sebesar US$ 40 juta hingga Maret 2021. Likuiditas jangka pendek ABM Investama terdiri dari pinjaman yang belum ditarik sebesar US$ 95 juta dan pinjaman modal kerja yang diperoleh pada semester I-2021 dengan jatuh tempo 12 bulan.

Menurut Fitch, tekanan untuk melakukan refinancing sedikit menurun setelah ABM Investama mendapatkan perpanjangan pinjaman jangka panjang dari dua bank sebesar US$ 200 juta yang bisa digunakan untuk refinancing global bond saat ini. Namun demikian, keputusan perpanjangan ini sangat bergantung kepada beberapa kondisi, salah satunya nilai penerbitan global bond baru harus mencapai minimal US$ 200 juta.

Adapun, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (7/5), pemegang saham menyetujui penerbitan global bond dengan nilai maksimal US$ 400 juta. Direktur ABM Investama Adrian Erlangga mengungkapkan, dana dari emisi global bond ini akan digunakan untuk refinancing global bond senilai US$ 350 juta yang akan jatuh tempo pada Agustus 2022.

Penerbitan surat utang akan menambah likuiditas dan memperpanjang periode jatuh tempo utang sehingga perseroan bisa menjaga likuiditasnya. Perseroan juga mengupayakan agar surat utang yang akan diterbitkan lebih menguntungkan dibandingkan dengan surat utang 2022, sehingga dapat memberikan fleksibilitas bagi operasional dan keuangan perseroan.

Perseroan belum mengungkapkan pembeli awal dari penerbitan surat utang ini. Informasi mengenai pembeli awal ini akan diinformasikan pada saat masa penawaran awal (book building). Investor awal ini berperan membeli surat utang yang diberikan oleh ABM Investama kemudian dijual kembali kepada investor umumm

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN