Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST

PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST

ABM Jajaki Tambang Emas dan Nikel

Senin, 26 Juli 2021 | 05:47 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama, berencana mengembangkan tambang emas dan nikel, selain tambang batu bara. Studi mengenai pengembangan tambang tersebut sedang dilaksanakan.

Direktur Utama Cipta Kridatama Feriwan Sinatra mengatakan, industri batubara masih akan bertumbuh dalam 15-20 tahun mendatang, seiring masih maraknya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang bakal berimbas terhadap peningkatan permintaan batu bara ke depan.

"Apalagi negara seperti Tiongkok, India, Pakistan, negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Timur masih memerlukan energi yang ekonomis yang bisa menggerakkan ekonominya. Indonesia selama ini banyak mengekspor batu bara ke sana," jelas dia dalam acara Special Interview secara virtual, akhir pekan lalu.

Grup ABM Investama juga masih menjadikan bisnis batu bara sebagai bisnis utama, sehingga dalam lima tahun mendatang pengembangan tambang 'emas hitam' tersebut tetap menjadi fokus. Meski demikian, Grup ABM tidak menutup diri dan mengevaluasi tambang yang potensial seperti emas dan nikel.

Feriwan menjelaskan, dipilihnya tambang emas dan nikel, karena permintaannya cukup tinggi ke depan, seperti emas untuk perhiasan dan sebagai investasi, Sedangkan nikel sangat dibutuhkan sebagai bahan dasar pembuatan baterai. Sejauh ini, perseroan sedang mengumpulkan data dan menyiapkan sumber daya manusia untuk menggarap tambang itu. "Untuk eksploitasinya belum, sekarang kami sedang melakukan riset dan menyiapkan orang-orang terkait pengembangan tambang itu," ungkap dia.

Pengembangan tambang emas dan nikel ini, lanjut Feriwan, merupakan bagian dari strategi jangka panjang Grup ABM Investama. Sementara dalam jangka pendek, Grup ABM Investama masih akan berkutat pada bisnis batu bara.

Adapun Cipta Kridatama yang merupakan salah satu anak usaha ABM Investama akan fokus pada bidang jasa pertambangan. Saat ini, Cipta Kridatama memiliki enam lokasi tambang yang berlokasi di Sumatera dan Kalimantan.

Tahun ini, Cipta Kridatama menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 36,5 juta untuk mendukung kinerja. Hingga semester I-2021, Cipta Kridatama sudah merealisasikan belanja modal sebesar US$ 5-6 juta yang digunakan untuk mengganti alat atau aset yang sudah masuk waktunya. "Ke depan, kami juga akan menambah alat produksi untuk mengejar target produksi yang meningkat," tutur dia.

Sementara dari segi kontrak, perseroan mendapatkan kontrak dari Grup Sinarmas untuk pengerjaan tambang Borneo Indobara. Kontrak baru ini menambah pekerjaan Cipta Kridatama yang sudah diperoleh dari berbagai klien seperti Tunas Inti Abadi, MIFA Bersaudara, Multi Harapan Utama, Energi Batubara Lestari, Dizamatra Powerindo, Kuansing Inti Makmur dan Binuang Mitra Bersama.

Penambahan kontrak ini diharapkan bisa mendukung target produksi tahun ini sebesar 192 juta bcm, meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 140 juta bcm. Hingga semester I-2021, perseroan sudah mencapai produksi 90 juta bcm dan diharapkan bisa mengejar produksi 102 juta bcm pada semester II-2021. "Target produksi, sekitar 30% akan diperoleh dari kontrak baru dan sisanya akan berasal dari existing klien," ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN