Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Foto: Perseroan.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Foto: Perseroan.

Adaro Ajukan Perpanjangan Kontrak Pertambangan di Tabalong

Minggu, 21 Maret 2021 | 11:33 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id  – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tengah mempersiapkan persyaratan untuk perpanjangan kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), terkait izin pertambangan yang akan berakhir pada tahun 2022 mendatang di wilayah Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel)

“Adaro tengah mempersiapkan segala persyaratan untuk mengajukan perpanjangan PKP2B dan akan mengajukan paling lambat 1 tahun sebelum kontrak berakhir,” kata Head of Corporate Communication Adaro Energy Febriati Nadira kepada Investor Daily, belum lama ini.

Adaro melalui anak usahanya yaitu PT Adaro Indonesia seperti diketahui memiliki wilayah pertambangan di Kalimantan Selatan dan Tengah dengan jumlah lebih dari 30.000 hektare (há).

Sementara itu, terkait kontrak baru tahun ini, Ira biasa dia disapa mengatakan, Adaro telah memiliki kontrak dengan para pelanggan dan akan memenuhi kebutuhan sesuai kontrak. Namun, untuk jumlahnya ia enggan menyebutkannya.

Dari kontrak baru tersebut, pasar Asia Tenggara meliputi  49% dari total penjualan tahun 2020, dimana penjualan terbesar ke Indonesia disusul oleh Malaysia. Peningkatan terjadi pada pemintaan Thailand dan Vietnam karena mulai broperasinya pembangkit listrik baru.

Pelanggan Adaro, jelasnya tersebar di berbagai negara bukan hanya Jepang saja, namun termasuk negara-negara Asia lainnya.  Penjualan ke pasar Asia Timur pada 2020 adalah 25% dari total penjualan Adaro. Emiten pertambangan tersebut optimistis bahwa fundamental sektor batubara dan energi di jangka panjang tetap kokoh.

Untuk itu, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2021 di kisaran US$ 200-300 juta, tidak berbeda daripada panduan belanja modal 2020. Dana tersebut direncanakan akan digunakan untuk pemeliharaan rutin dan memperkuat usaha pertumbuhan Adaro.

“Untuk itu, kami tetap memaksimalkan upaya untuk terus fokus terhadap keunggulan operasional bisnis inti, meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasi, menjaga kas dan mempertahankan posisi keuangan yang solid di tengah situasi sulit yang berdampak terhadap sebagian besar dunia usaha. Walaupun pemulihan ekonomi diperkirakan akan berdampak positif terhadap batubara, perusahaan harus tetap berhati-hati untuk mengantisipasinya. Kami akan terus mengikuti perkembangan pasar dengan tetap menjalankan kegiatan operasi sesuai rencana di tambang-tambang milik perusahaan dengan terus berfokus untuk mempertahankan marjin yang sehat dan kontinuitas pasokan ke pelanggan,” ungkapnya.

Adaro, dikatakan Ira, memiliki model bisnis yang terintegrasi dan efisien dan telah terbukti sukses dalam menghadapi siklis batubara. Pilar-pilar non batubara Adaro akan terus memberikan kontribusi yang stabil kepada Adaro Energy, serta menjadi penyeimbang volatilitas batubara. Selain itu, perseroan telah melakukan diversifikasi dalam pilar Adaro Mining dengan masuk ke bisnis batubara kokas (coking coal) yang akan terus dikembangkan.

Berdasarkan laporan keuangan, Adaro  mencatatkan pendapatan sebesar US$ 2,53 miliar pada 2020. Pencapaian itu turun 26,6% dibandingkan dengan realisasi 2019 sebesar US$ 3,45 miliar.

Dari itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Adaro menyusut 63,8% menjadi hanya sebesar US$ 146,9 juta dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar US$ 404,19 juta.

Kendati demikian, Adaro mencatatkan EBITDA operasional 2020 sebesar US$ 883 juta, lebih tinggi daripada panduan EBITDA operasionalnya yang telah direvisi menjadi di kisaran US$ 600-800 juta.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN