Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran direksi dan komisaris PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Jajaran direksi dan komisaris PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Aga Bakrie Jadi Presdir Bumi Resources, Sharif Cicip Sutardjo sebagai Preskom

Rabu, 1 September 2021 | 05:50 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengangkat Adika Nuraga Bakrie atau yang akrab disapa Aga sebagai presiden direktur menggantikan Saptari Hoedaja yang wafat Juli lalu. Sedangkan Rio Supin ditunjuk sebagai direktur yang bertanggung jawab atas proyek yang dilaksanakan perseroan.

“RUPST juga mengangkat Sharif Cicip Sutardjo sebagai presiden komisaris menggantikan Rosan Roeslani yang mengundurkan diri untuk menjalani tugas barunya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Sedangkan Adhika Andrayudha Bakrie sebagai komisaris,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava, Selasa (31/8).

Sharif Cicip Sutardjo adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan. Ia menjadi menteri selama periode Oktober 2011 hingga Oktober 2014, yakni ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden kala itu.

Menurut Dileep, para pemegang saham telah menyepakati semua resolusi, termasuk menyetujui laporan keuangan 2020 yang telah diaudit dengan pelepasan tanggung jawab dewan, serta penunjukan auditor untuk tahun ini.

Dileep memastikan RUPST yang digelar di Bakrie Tower, Jakarta, pada Selasa (31/8) tersebut telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Sebelumnya, pengunduran diri Rosan diumumkan pada 24 Agustus 2021. Hal ini dilakukan sebagai pemenuhan terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

Sementara itu, hingga semester I-2021, Bumi Resources membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 1,9 juta. Hal itu berbanding terbalik dibandingkan periode sama tahun lalu yang merugi US$ 86,1 juta.

Menurut Dileep, peningkatan laba bersih ini disebabkan oleh meningkatnya harga batu bara. Kenaikan harga ini disebabkan oleh ketidakseimbangan pasokan global, pandemi Covid-19, variabel kondisi cuaca, kemacetan infrastruktur, dan ketidakpastian politik. "Meski dalam kondisi pandemi, produksi tetap terjaga seperti tahun sebelumnya," jelas dia dalam keterangan resmi.

Adapun pada semester I-2021, harga batu bara meningkat 20% menjadi US$ 56,2 per ton dari semester I-2020 yang mencapai US$ 46,9 per ton. Kenaikan harga ini berdampak terhadap laba bruto pada semester I-2021 yang meningkat 104%. Sedangkan pendapatan operasional meningkat 179% menjadi US$ 370,9 juta dari US$ 132,7 juta.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN