Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Airlangga: Pasar Modal Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Selasa, 27 Juli 2021 | 10:17 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pasar modal memiliki peran penting terhadap pemulihan ekonomi nasional. Ia berharap, optimisme terus terjaga oleh seluruh emiten yang akan memberikan kontribusi positif pada prospek perekonomian Indonesia.

Airlangga mengatakan, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2021 sekitar 3,7% sampai 4,5%.

“Pemulihan telah berlangsung sepanjang tahun 2021 dan telah berkontribusi ke perbaikan kinerja emiten. Pemerintah terus berupaya memitigasi dampak pandemi, menjaga momentum pemulihan ekonomi dan tentunya terus mendorong untuk masyarakat bisa beraktivitas,” ucap Airlangga dalam acara webinar “Emiten Expose” yang digelar Majalah Investor pada Selasa (27/7).

Ia juga berharap, momentum pemulihan ekonomi dapat segera kembali menguat. Surplus neraca perdagangan telah berlangsung 14 bulan berturut-turut. Ini memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia terhadap pandemi Covid-19. Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) relatif telah stabil dibandingkan awal pandemi pada 2020 lalu.

Selain itu, lanjut Airlangga, nila tukar rupiah berada di kisaran Rp 14.493, sedangkan IHSG di sekitar 6.101 pada 25 Juli 2021 ini. Capaian ini didorong oleh optimisme investor terhadap perekonomian dan aliran modal yang telah kembali masuk sebesar sepanjang tahun 2021.

“Capital inflow sepanjang tahun 2021 telah memperkuat fundamental pasar saham. Kapitalisasi pasar telah tumbuh Rp 7.172 trliun pada 21 juli yang lalu. Sebanyak 26 emiten telah melakukan IPO di 2021. Tentu yang akan IPO adalah salah satu perusahaan digital yang diharapkan menjadi salah satu yang terbesar di pasar,” kata mantan Ketua Asosiasi Emiten Indonesia ini.

Pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terus memberikan stimulus pada sektor yang memiliki efek pengganda (multiplier effect) terhadap perekonomian. Pemerintah mengalokasikan Rp 744,75 triliun dalam program PEN untuk seluruh sektor yang terdampak pandemi Covid-19. Stimulus diharapkan dapat mendorong kinerja emiten yang terdampak dalam pandemi Covid-19.

“Momentum pemulihan ini perlu dipertahankan secara bersama dan perbaikan permintaan domestik diharapkan mempunyai peran terhadap perbaikan kinerja emiten,” kata Airlangga.

Pemerintah juga memberikan dukungan dalam program penempatan dana penjaminan kredit untuk mendukung sektor riil termasuk para emiten di pasar modal. Dengan program ini diharapkan perbankan meningkatkan penyaluran kredit pada sektor riil.

Hingga Jumat (9/7) lalu, program penempatan dana berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 404,53 triliun melalui bank Himbara, bank syariah, dan bank pembangunan daerah. “Momentum pemulihan ini perlu dipertahankan secara bersama dan perbaikan permintaan domestik diharapkan mempunyai peran terhadap perbaikan kinerja emiten,” tutur Airlangga.

Sementara itu Purchasing Manager Index berada pada level 53,5 pada Juni 2021. Hal ini menunjukan produsen dan dunia usaha tetap menjaga aktivitas produksi. Indeks keyakinan konsumen sudah berada di level 107,4 pada Juni 2021. “Diharapkan ini dapat tetap berada pada level yang baik. Walaupun kita ketahui akan terjadi penurunan akibat pembatasan mobilitas masyarakat,” tutur Airlangga.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN