Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu properti SMRA. Foto: EMRAL

Salah satu properti SMRA. Foto: EMRAL

Aksi Korporasi dan Fundamental Summarecon

Jumat, 26 Maret 2021 | 11:04 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) didukung oleh sejumlah katalis positif yang dapat mendorong pertumbuhan kinerja keuangan lebih pesat tahun ini. Adapun penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue bakal memperkokoh fundamental perseroan seiring masuknya dana segar.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengungkapkan, prospek kinerja keuangan Summarecon tahun ini lebih baik, karena permintaan rumah yang masih tinggi dan didukung oleh stimulus pemerintah. Begitu juga dengan bisnis ritel yang diperkirakan mulai kembali normal tahun ini.

“Hal itu mendorong kami untuk mempertahankan saham SMRA sebagai pilihan teratas untuk sektor properti, dengan target harga saham direvisi naik dari Rp 1.100 menjadi Rp 1.350,” tulis Victor dalam risetnya.

Harga saham SMRA satu dekade terakhir
Harga saham SMRA satu dekade terakhir

Tahun ini, menurut dia, penjualan unit properti (marketing sales) Summarecon diproyeksikan meningkat menjadi Rp 3,7 triliun atau lebih tinggi dari asumsi semula Rp 3,5 triliun.

Revisi naik target tersebut sejalan dengan stimulus pemerintah, seperti penurunan uang muka pembelian produk properti dan penghapusan pajak penjualan properti dalam rentang harga tertentu oleh pemerintah.

Berdasarkan data, pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) penjualan rumah tapak dan susun dengan harga paling tinggi Rp 2 miliar dibebaskan untuk periode Maret-Agustus 2021.

Serpong M-Town. Foto: PT Summarecon Agung Tbk.
Serpong M-Town. Foto: PT Summarecon Agung Tbk.

Pemerintah juga memberikan pengurangan PPN sebesar 50% untuk tipe rumah di rentang harga jual Rp 2-5 miliar. Kedua insentif pajak tersebut diberikan dengan menggunakan skema pajak ditanggung pemerintah (DTP).

Terkait bisnis pusat perbelanjaan, Summarecon telah memangkas diskon biaya sewa menjadi 40% pada awal 2021 dibandingkan periode April- Desember 2020 mencapai 50%. Kebijakan tersebut membuat tingkat okupansi mal perseroan tetap tinggi berkisar 92-95%. Penyewa bisnis makanan dan minuman masih menunjukkan bisnis yang baik.

BRI Danareksa Sekuritas pun memberikan tanggapan positif terhadap rencana rights issue maksimal 25%. Aksi korporasi ini bisa mendatangkan dana segar sekitar Rp 1,5-2 triliun. Dana segar tersebut ditambah dengan kas internal yang dimiliki perseroan diharapkan membuat rasio utang perseroan turun menjadi 80-90%.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga SMRA menjadi Rp 1.350 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut merefleksikan rata-rata nilai aset bersih (NAV) dalam lima tahun terakhir. Target tersebut juga mempertimbangkan target marketing sales perseroan Rp 3,9 triliun.

Adapun laba bersih Summarecon diproyeksikan meningkat menjadi Rp 158 miliar tahun ini dibandingkan perkiraan tahun 2020 senilai Rp 93 miliar. Pendapatan perseroan juga diharapkan meningkat menjadi Rp 5,2 triliun pada 2021 dibandingkan perkiraan tahun 2020 senilai Rp 5,08 triliun.

Kinerja keuangan Summarecon
Kinerja keuangan Summarecon

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Summarecon Agung Jemmy Kusnadi mengatakan, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/ capex) Rp 500 miliar pada 2021. Ekspansi perseroan tersebut, salah satunya diharapkan bisa mendukung target marketing sales tahun ini yang sebesar Rp 3,5 triliun.

Sementara itu, Summarecon siap menerbitkan maksimal 3,6 miliar saham baru melalui rights issue. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham mengenai rencana tersebut dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 1 April 2021. Harga pelaksanaan rights issue akan diumumkan kemudian.

Adapun periode pelaksanaan, sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak lebih dari 12 bulan setelah mendapat persetujuan dalam RUPSLB.

Rights issue diharapkan dapat memperkuat struk tur permodalan perseroan, sehingga memberikan dampak yang positif terhadap kegiatan usaha, kinerja perseroan, serta daya saing perseroan dalam industri properti dan hospitality di Indonesia,” jelas manajemen Summarecon dalam keterangan resmi.

PT Summarecon Agung Tbk kembali membuka unit unit baru di Rainbow Springs Condovillas yang terletak di area the Springs
PT Summarecon Agung Tbk kembali membuka unit unit baru di Rainbow Springs Condovillas yang terletak di area the Springs

Dengan meningkatnya kinerja dan daya saing, menurut manajemen, diharapkan pula dapat meningkatkan pendapatan dan laba bersih perseroan.

Pada akhirnya, hal tersebut akan memberikan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham.

Selain itu, penambahan modal ini memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD, karena bisa terkena efek dilusi kepemilikan saham.

Sebagai informasi, Summarecon terakhir kali menggelar rights issue pada 2012. Ketika itu, perseroan menetapkan harga pelaksanaan Rp 1.550 per saham.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN