Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
AKR Corporindo. Foto: IST

AKR Corporindo. Foto: IST

Aliansi Bisnis AKR-BP Kian Ekspansif

Minggu, 29 November 2020 | 23:13 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bersama mitra strategisnya, British Petroleum (BP), semakin ekspansif dengan menjajaki pembukaan fasilitas pengisian daya cepat (fast charging) untuk kendaraan listrik. Kedua perusahaan juga bersiap menambah kerja sama dengan pengelola bandara terkait distribusi bahan bakar penerbangan, avtur.

Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan, BP yang merupakan perusahaan asal Inggris sudah punya road map, yakni berambisi menjadi perusahaan bebas emisi (net zero) karbon pada 2050. Karena itu, penyediaan fasilitas fast charging bagi kendaraan listrik selalu menjadi fokus BP ke depan.

“Baterai kendaraan listrik 100 kwh tidak mungkin di-charge di rumah karena butuh waktu lama, yakni 4 hingga 5 jam dan tegangan yang dibutuhkan sangat tinggi. Sedangkan kalau diisi di fasilitas fast charging bisa hanya 4 atau 5 menit,” jelas dia saat zoom meeting Indonesia Investment Education (IIE), Sabtu (28/11).

Seperti diketahui, BP mengakuisisi perusahaan pengisian kendaraan listrik terbesar di Inggris, Chargemaster, pada 2018. BP optimistis terhadap potensi meningkatnya permintaan kendaraan listrik dalam beberapa dekade mendatang.

Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu mengatakan, BP yang kini memiliki teknologi fast charging memang melihat peluang besar di Indonesia. Apalagi, pemerintah serius mendukung industri mobil listrik melalui road map dan regulasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) nasional. “Di situlah, BP melihat market yang besar,” ujar dia.

Pihaknya belum mengungkap lebih rinci mengenai berapa banyak fasilitas fast charging yang akan dibangun. Namun, diskusi mengenai ekspansi tersebut terus berlangsung.

Sementara itu, AKR bersama BP tetap berkomitmen menambah ekspansi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada 2021. Menurut Suresh, AKR-BP berencana menambah 30-35 lokasi SPBU pada tahun depan, sehingga total SPBU AKR-BP diharapkan menjadi 45-50 lokasi pada akhir 2021.

Suresh mengakui pandemi membawa tantangan tersendiri pada bisnis distribusi bahan bakar, utamanya avtur. Perseroan bersama Air BP memiliki anak usaha yang memasok avtur di Bandara Kawasan Industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.

“Kami tahu pandemi Covid-19 memukul industri penerbangan, tapi pada Agustus sudah banyak lalu lintas pesawat di IMIP. Mudah-mudahan kami dapat bekerjasama dengan pengelola bandara yang lain,” jelas dia.

Menurut Suresh, perseroan berencana masuk ke Jawa dan Sumatera untuk bisnis distribusi avtur tersebut. Dalam waktu dekat, perseroan akan menyediakan pasokan avtur untuk pesawat ringan dan helikopter di Wiladatika, Cibubur.

Tahun depan, AKR turut melihat peluang pertumbuhan yang lebih baik dibanding tahun ini dengan adanya potensi pemulihan ekonomi. Omnibus Law UU Cipta Kerja yang diprediksi akan menarik banyak investasi menjadi angin segar bagi unit bisnis kawasan industri, yakni Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), di Gresik, Jawa Timur. Bisnis kawasan industri merupakan andalan perseroan dalam memperkuat recurring income.

Dalam pengembangan bisnis, perseroan juga kerap menggandeng mitra stategis yang mumpuni di bidangnya. September lalu, Petronas Chemical Gruop Berhad meresmikan kolaborasi dengan AKR Corporindo dengan membentuk perusahaan patungan yang mendistribusikan bahan kimia di seluruh Indonesia. Adapun metanol menjadi produk pertama yang didistribusikan dari kerja sama ini.

Hingga kuartal III-2020, AKR Corporindo membukukan peningkatan laba bersih sebesar 17,7% menjadi Rp 665 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 565 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan turun 8,3% dari Rp 15,11 triliun menjadi Rp 13,86 triliun. Peningkatan laba bersih di tengah penurunan pendapatan didukung oleh peningkatan margin keuntungan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN