Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Antam. Foto: UTHAN

Antam. Foto: UTHAN

Antam akan Garap Tambang Emas Grasberg Eks Freeport

Rabu, 23 September 2020 | 06:25 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam berpotensi mengelola tambang emas Grasberg bekas garapan PT Freeport Indonesia di Papua. Menteri BUMN Erick Thohir telah mengirim surat ke Menteri ESDM Arifin Tasrif agar Antam diberi prioritas. Erick juga telah berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Kami kirim surat ke ESDM agar prioritas diberikan ke perusahaan BUMN untuk masuk dalam pengelolaan, sehingga secara konkret Antam ini bukan trading company, tapi perusahaan tambang,” kata Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Selasa (22/9).

Dia menjelaskan, Antam kini memiliki pegawai yang banyak, tapi tidak memiliki tambang emas. Terlebih, pasokan emas di Indonesia masih cukup besar, dan pada masa pandemi ini harga emas sangat tinggi.

Selain itu, untuk memaksimalkan kinerja Antam, Erick telah melakukan perubahan jajaran direksi agar dapat memenuhi key performance indicator (KPI) yang telah ditetapkan. “Banyak hal yang dapat ditingkatkan dalam kinerja Antam. Terakhir, sumber daya manusianya,” ujarnya.

Baru-baru ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat A dengan prospek dinaikkan dari negatif menjadi stabil terhadap Antam dan Obligasi Berkelanjutan I Aneka Tambang Tahun 2011. Penguatan prospek tersebut didukung oleh ekspektasi kinerja keuangan perseroan lebih stabil ke depan.

Pefindo menjelaskan, fokus penjualan emas Antam pada pasar ritel domestik diharapkan berdampak pada peningkatan keuntungan yang lebih besar bagi perseroan, menyusul kenaikan harga emas. Hal tersebut juga diiringi langkah perseroan untuk mengurangi ekspor emas dan fokus pada pasar ritel domestik yang menghasilkan margin lebih tinggi.

Pefindo menjelaskan, pandemi Covid-19 juga memicu kenaikan permintaan atas emas sebagai tujuan investasi yang dianggap lebih aman. “Dengan fokus penjualan emas dalam gramasi kecil, Antam dapat menjangkau basis nasabah yang lebih luas, mengingat harga yang lebih terjangkau,” jelas analis Pefindo Niken Indriarsih dan Aishantya dalam keterangan resmi.

Prospek

Pulihnya industri baja Tiongkok dan kenaikan rata-rata harga jual emas dunia bakal mendorong penguatan kinerja keuangan Antam tahun ini. Sedangkan tren kenaikan harga jual komoditas tambang dan volume penjualan yang diperkirakan meningkat berpotensi melambungkan laba bersih perseroan pada 2021, sehingga bisa mendongkrak harga sahamnya.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu mengungkapkan, harga emas diproyeksikan pada kisaran US$ 1.850-2.010 per oz sepanjang tahun ini. Sedangkan realisasi rata-rata harga jual pada semester I-2020 mencapai US$ 1.650 per oz. Bahkan, harga emas sempat berada di atas US$ 2.000 per oz pada awal Agustus. Sedangkan harga jual nikel diperkirakan berada di level US$ 13.000-14.300 per ton sepanjang tahun ini.

“Peluang kenaikan harga jual komoditas Antam mendorong kami untuk merevisi naik target kinerja keuangan dan harga saham ANTM tahun ini. ANTM direkomendasikan beli dengan target harga Rp 960. Target ini berdasarkan metode DCF,” tulis Dessy dalam risetnya.

Meski berpotensi mendapatkan berkah dari kenaikan harga jual emas dan nikel, Antam akan menghadapi penurunan volume produksi dan penjualan kedua komoditas tersebut. Penurunan dipengaruhi oleh pembatasan wilayah akibat pandemi Covid-19 yang berimbas terhadap penjualan komoditas perseroan di pasar domestik dan ekspor.

“Kami memproyeksikan penurunan pendapatan emas sekitar 16,1% tahun ini, namun diharapkan melonjak 19,4% tahun depan. Adanya adopsi kebiasaan baru pada paruh kedua tahun ini diharapkan mendongkrak volume penjualan emas perseroan. Kami memperkirakan peningkatan volume penjualan emas perseroan tahun ini mencapai 21.500-23.700 kilogram dengan rata-rata harga jual US$ 1.850-2.010 pada 2020-2021,” jelas dia.

Adapun volume penjualan feronikel diperkirakan bertumbuh sebesar 15-10% pada 2020-2021. Tren peningkatan terlihat dari penjualan perseroan pada kuartal II tahun ini. Peningkatan tersebut didukung oleh pulihnya pabrik baja di Tiongkok yang bisa berdampak pada kenaikan volume permintaan dan harga jual produk tersebut.

Dessy memperkirakan volume penjualan feronikel Antam pada 2020-2021 berkisar 30.100-33.100 Tni, naik dibandingkan penjualan tahun lalu yang mencapai 26.212 Tni. Hal tersebut mendorong Samuel Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan Antam tahun 2020-2022.

Proyeksi laba bersih perseroan tahun ini direvisi naik dari Rp 142 miliar menjadi Rp 161 miliar dibandingkan raihan tahun lalu Rp 194 miliar. Sedangkan proyeksi pendapatan direvisi turun dari Rp 29,8 triliun menjadi Rp 25,54 triliun dibandingkan raihan tahun 2019 senilai Rp 32,71 triliun.

Begitu juga dengan perkiraan laba bersih tahun 2021 direvisi naik dari Rp 220 miliar menjadi Rp 271 miliar. Sebaliknya, target pendapatan perseroan direvisi turun dari proyeksi semula Rp 31,87 triliun menjadi Rp 30,16 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN