Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perang dagang Amerika Serikat (AS) -Tiongkok, Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. ( Foto ilustrasi: AFP / GETTY )

Perang dagang Amerika Serikat (AS) -Tiongkok, Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. ( Foto ilustrasi: AFP / GETTY )

FOKUS PASAR:

AS-Tiongkok Adakan Pertemuan 15 Agustus

Rabu, 5 Agustus 2020 | 10:00 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  — Para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok tengah berencana untuk melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kesepakatan tahap pertama. Diskusi ini akan berlangsung pada tanggal 15 Agustus 2020.

Pilarmas Sekuritas mengatakan, dalam diskusi tersebut, AS dan Tiongkok akan membahas terkait beberapa target pembelian yang dilakukan oleh Tiongkok dan diproyeksikan tidak sesua dengan harapan Amerika. “Beberapa target pembelian yang masih belum sesuai adalah dalam bidang pertanian dan energi,” ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (5/8).

Kemudian, Amerika juga akan terus mendorong Tiongkok untuk meningkatkan impor terhadap AS hingga senilai US$ 200 miliar selama 2 tahun, dan sejauh ini nilai tersebut masih jauh dari target yang telah ditentukan.

Pilarmas menilai bahwa pertemuan yang akan dilakukan oleh kedua negara tersebut merupaka suatu kabar yang baik, sebab dapat meredakan tensi AS dan Tiongkok yang saat ini tengah memanas. Menurut Pilarmas, apabila ketegangan tersebut terus terjadi, maka diproyeksikan pemulihan ekonomi juga akan terhambat.

Dari dalam negeri, pasar Indonesia tengah menunggu rilis pertumbuhan ekonomi untuk kuartal II-2020. Dampak pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia tentunya memberikan efek yang signfikan karena akan membuat perekonomian dalam negeri mengalami kontraksi.

Perlu diketahui, penyebaran corona yang terjadi pada akhir bulan maret tahun ini tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kuartal II. Dimana untuk menekan penyebaran virus corona, pemerintah melakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan ini sebagai langkah untuk menekan penyebaran virus, namun di sisi lain penerapan PSBB di berbagai daerah telah memperlambat aktivitas perekonomian, seperti turunya daya beli masyarakat, investasi, dan ekspor menurun.

Sebelumnya Kementerian Keuangan memasang angka di level -4,3% dari rentang -3% sampai 5,1% di kuartal II tahun ini. Peran pemerintah dalam mendorong belanja pemerintah dan implementasi kebijakan Progam Pemulihan Ekonomi Nasional serta kemitraan strategis antara pemerintah dengan pelaku usaha diharapkan dapat berjalan dengan baik, karena program tersebut menjadi harapan akan perbaikan perekonomian ke depannya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN