Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Astra International Tbk.

PT Astra International Tbk.

Astra Siap Bersaing dengan Para Penyelenggara Dompet Elektronik

Kamis, 16 September 2021 | 05:54 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) optimistis bisa bersaing dengan para penyelenggara dompet elektronik (e-wallet) dari kalangan perbankan maupun non-bank. Sebab Astra memiliki lebih dari 50 juta pelanggan, yang bisa menjadi tumpuan dalam meningkatkan penetrasi pasar ke depan.

Presiden Komisaris PT Astra Digital Arta (AstraPay) Margono Tanuwijaya menjelaskan, berdasarkan survei pasar, potensi penggunaan dompet elektronik sangat besar. “Meskipun saat ini sudah ada lima pemain utama, namun potensinya masih sangat besar dan Astra juga memiliki daya tarik tersendiri," kata dia dalam acara Grand Launching AstraPay, Rabu (15/9).

Margono menegaskan, hal yang membedakan Astra dengan penyelenggara lainnya adalah ekosistem Astra yang cukup besar. Selain lebih dari 50 juta pelanggan, tidak menutup kemungkinan pengguna dompet elektronik di tempat lain akan menggunakan AstraPay. Pasalnya, survei pasar juga membuktikan bahwa satu pengguna internet bisa menggunakan hingga empat dompet elektronik.

Dalam bersaing dengan penyedia dompet elektronik lainnya, AstraPay tidak hanya sekadar menggunakan strategi promosi berupa pemberian cashback ataupun yang lainnya. Namun, hal terpenting adalah adanya kemudahan dalam pemakaian dan keamanan data. Hal terpenting adalah Astra memiliki kekuatan ekosistem berupa jaringan Astra di seluruh Indonesia. "Ekosistem ini yang menjadi modal utama AstraPay untuk bisa melakukan penetrasi, tanpa harus melakukan bakar uang secara masif," ujar dia.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) AstraPay Melisa Muza Rusli mengatakan, pada tahap awal, AstraPay akan digunakan di dalam ekosistem Astra. Adapun ekosistem tersebut adalah jaringan Federal International Finance (FIF) Group, Astra Credit Companies (ACC), Toyota Astra Finance (TAF), dan Maucash. "AstraPay juga bisa digunakan di 2.300 outlet divisi Astra otomotif, keuangan dan lainnya. AstraPay juga bisa menerima pembayaran dari 7,5 juta merchant," papar dia.

Setelah terkoneksi dengan ekosistem Astra, AstraPay juga berkeinginan terkoneksi dengan e-commerce. Pasalnya, kolaborasi dengan e-commerce menjadi hal yang penting. Karena itu, AstraPay saat ini berkeinginan untuk menjadi pemain dompet elektronik yang besar, sehingga bisa menarik e-commerce untuk berkolaborasi. “Saat ini, AstraPay memiliki 2,3 juta registered user. Dalam tiga tahun, kami berharap bisa mencapai 15 juta pengguna," kata dia.

Sementara itu, Director in Charge, Astra Financial, Transportasi dan Logistik Suparno Djasmin menambahkan, sejauh ini, Astra sudah membenamkan investasi ke salah satu e-commerce, yakni GoTo. Namun, untuk berkolaborasi, pihaknya akan terus membangun AstraPay dan mengedepankan unique proposition sehingga diterima pelanggan.

Adapun AstraPay adalah produk dompet elektronik dari Astra yang berfungsi sebagai technology enabler dari produk-produk digital yang dikembangkan di dalam Grup Astra. AstraPay memiliki fitur direct payment untuk produk pembayaran angsuran dari layanan Grup Astra. AstraPay juga telah terintegrasi dengan sistem pembayaran moda transportasi umum, seperti MRT Jakarta dan Transjakarta. Selebihnya, AstraPay juga dapat digunakan untuk membayar tagihan listrik, PDAM, TV kabel, BPJS, pajak, hingga beli pulsa atau paket data. 

Selain Astra, saat ini sudah ada beberapa perusahaan lain yang menyediakan layanan dompet elektronik. Salah satunya adalah Gojek yang memiliki dompet digital, GoPay. Lalu, ada PT Visionet Internasional melalui OVO, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melalui Mandiri e-Cash, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melalui Yap!, PT Dompet Digital Indonesia (DANA), ShopeePay, PT Fintek Karya Nusantara melalui LinkAja, hingga Sakuku dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN