Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (kiri), Direktur Utama BRI Syariah Ngatari (kedua kiri), dan Direktur Utama Bank Mandiri Syariah Toni EB Subari (kanan) disaksikan oleh Ketua Project Management Office sekaligus Wakil Direktur Bank Mandiri Hery Gunardi (kedua kanan) dalam penandatanganan Rancangan Penggabungan Bank Syariah di Jakarta, Selasa (20/10)

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (kiri), Direktur Utama BRI Syariah Ngatari (kedua kiri), dan Direktur Utama Bank Mandiri Syariah Toni EB Subari (kanan) disaksikan oleh Ketua Project Management Office sekaligus Wakil Direktur Bank Mandiri Hery Gunardi (kedua kanan) dalam penandatanganan Rancangan Penggabungan Bank Syariah di Jakarta, Selasa (20/10)

SAHAM PUBLIK BAKAL TERSISA 4,4%,

Bank Syariah BUMN Hasil Merger Harus Refloating

Kamis, 22 Oktober 2020 | 10:56 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT BNI Syariah telah mengumumkan struktur kepemilikan saham bank hasil penggabungan usaha (merger). Dalam struktur tersebut, kepemilikan saham publik bakal tersisa 4,4%.

Jumlah kepemilikan tersebut kurang dari ketentuan yang berlaku. Pasalnya, dalam Ketentuan V.1 Peraturan Bursa Nomor I-A disebutkan bahwa jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama paling sedikit 50 juta saham dan paling sedikit 7,5% dari jumlah saham dalam modal disetor.

Anugerah Zamzami. Foto: IST
Anugerah Zamzami. Foto: IST

Analis PT Phillip Sekuritas Anugerah Zamzami mengatakan, untuk memenuhi kepemilikan publik yang minimal sebesar 7,5%, bank hasil merger harus melakukan refloating.

“Dalam melakukan refloating ini, bank hasil merger memiliki waktu sekurangnya dua tahun sesuai ketentuan,” kata dia kepada Investor Daily, Rabu (21/10).

Salah satu mekanisme dari refloating ini bisa melalui private placement. Dengan mekanisme ini, kepemilikan pemegang saham lain kemungkinan akan terdilusi. Private placement tidak akan mempengaruhi kinerja saham bank hasil merger. Namun, mekanisme ini bisa melindungi investor minoritas dan meningkatkan volume perdagangan saham.

Secara terpisah, analis PT Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengungkapkan, dengan rendahnya tingkat kepemilikan publik, bank hasil merger harus kembali menjual sahamnya ke publik.

Menurut Sukarno, penjualan saham tersebut bisa mempengaruhi harga saham apabila dilakukan di pasar reguler.

“Tapi kalau tidak melalui pasar regular tidak akan berdampak ke harga saham,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Project Management Office Bank Syariah BUMN Hery Gunardi mengatakan, penyesuaian saham public ini akan dilakukan setelah merger terjadi. Namun, dia belum bisa memastikan secara detail mengenai mekanismenya. “Belum tahu, too early,” jelas dia.

Adapun menurut ringkasan rancangan penggabungan usaha, bank syariah BUMN hasil merger akan menjadi salah satu bank syariah terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar dalam lima tahun ke depan. Dari segi aset, bank hasil merger akan memiliki total aset sebesar Rp 214,6 triliun dan modal inti Rp 20,4 triliun. Dengan total aset tersebut, bank syariah hasil merger juga akan masuk dalam jajaran bank terbesar di Indonesia dari segi aset.

Sementara untuk struktur kepemilikan saham, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan menggenggam 51,2% saham, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan memiliki 25% saham, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan memiliki 17,4% saham, DPLK BRI 2% saham, dan publik 4,4% saham.

Dari segi jaringan, bank syariah ini akan memiliki 1.200 cabang dan 1.700 ATM di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah karyawan mencapai lebih dari 20 ribu orang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN