Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Semen Indonesia berhasil mencetak pertumbuhan laba besih di tengah pandemi Covid019 tahun 2020. Kenaikan didukung pengendalian biaya

Semen Indonesia berhasil mencetak pertumbuhan laba besih di tengah pandemi Covid019 tahun 2020. Kenaikan didukung pengendalian biaya

Beban Dipangkas, Laba Semen Indonesia Tumbuh 16,73%

Senin, 1 Maret 2021 | 11:12 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) membukukan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai 16,73% menjadi Rp 2,79 triliun pada 2020, dibandingkan realisasi periode sam tahun lalu Rp 2,39 triliun. Sedangkan pendapatan justru turun 12,87% dari Rp 35,17 triliun menjadi Rp 40,37 triliun.

Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso melakukan pemotongan tumpeng pada perayaan HUT ke-8 SIG secara virtual, Kamis (7/1/2021). Foto:Istimewa
Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso melakukan pemotongan tumpeng pada perayaan HUT ke-8 SIG secara virtual, Kamis (7/1/2021). Foto:Istimewa

Direktur Utama Semen Indonesia (SIG) Hendi Prio Santoso mengatakan, meskipun kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia berkontraksi akibat pandemi Covid-19 tahun lalu, ditambah ketatnya persaingan, perseroan tetap mampu mencetak pertumbuhan kinerja keuangan, khususnya dalam hal efisiensi biaya.

Keberhasilan perseroan mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan tersebut, ungkap dia, didukung berbagai inisiatif strategis, seperti keberhasil perseroan menekan beban pokok pendapatan tahun 2020. Penurunannya jauh lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan, sehingga perseroan berhasil mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80%.

“Perseroan jugaa melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga Perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif,” tulisnya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Senin (1/3).

Terkait dampak pandemi Covid-19 bagi perseroan, Hendi menyampaikan, memicu penurunan pendapatan sebesar 12,87% menjadi Rp 35,17 triliun. Penurunan ini dipengaruhi pelemahan permintaan akan produk bahan bangunan. Penundanaan pengembangan sejumlah proyek strategis nasional akibat kebijakan realokasi anggaran pemerintah juga memicu penurunan pendapatan tersebut. ”Menyikapi kondisi pasar dalam negeri, pada 2020, perseroan menggenjot ekspor ke berbagai negara, seperti Australia, Bangladesh, Srilanka, dan Tiongkok,” terangnya.

Aksi ekspor tersebut juga sejalan dengan visi SIG menjadi Perusahaan Penyedia Solusi Bahan Bangunan Terbesar di Regional. Menurut ida, SIG terus berupaya mengoptimalkan potensi pasar baru dan menghadirkan berbagai solusi di bidang building material. Pada 2020, SIG telah meluncurkan berbagai solusi baru, baik produk baru seperti Masonry Cement, maupun pengembangan digital marketing dengan menghadirkan beberapa platform seperti Sobat Bangun, Akses Toko serta Official Store untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan produk-produk SIG.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN