Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pialang mengamati pergerakan harga saham di sebuah sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pialang mengamati pergerakan harga saham di sebuah sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Begini Arah IHSG Jelang Lebaran

Minggu, 9 Mei 2021 | 22:09 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam dua hari perdagangan ke depan, sebelum libur Lebaran, diperkirakan bergerak melemah. Adapun level support dan resistance akan berada pada kisaran 5.885 dan 6.030.

Analis Trimegah Sekuritas Rovandi mengatakan, IHSG akan bergerak melemah dengan range yang tipis. Hal ini berdasarkan sejarah pergerakan IHSG pada tahun-tahun sebelumnya yang menipis dalam menghadapi libur panjang Lebaran.

Adapun sentimen lainnya yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG adalah kekhawatiran masyarakan Indonesia terhadap penyebaran virus corona dalam menghadapi Lebaran tahun ini. Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan untuk tidak melakukan mudik tahun ini. Hal itu dilakukan untuk mengurangi angka kasus Covid-19.

“Dengan proyeksi melemahnya IHSG, kami merekomendasikan investor untuk mencermati saham yang terafiliasi dengan komoditas terutama logam mulia yang akan bergerak naik,” ujar Rovandi kepada Investor Daily, Minggu (9/5).

Adapun saham yang dapat dilirik investor adalah saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB). Menurut Rovandi, pemilihan kedua saham ini karena komoditas emas dunia yang terlihat bergerak uptrend dan diperkirakan harganya akan kembali menguji ke resistance level 2.000.

Secara terpisah, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, investor dapat mencermati saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dengan target harga Rp 390-400, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) Rp 800-850, dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp 630-660.

Secara teknikal, Herditya juga mengatakan bahwa pergerakan IHSG dalam dua hari perdagangan ke depan cenderung terkoreksi terbatas. Adapun rentang level support dan resistance akan berada di 5.917-5.950. “Untuk kembali ke level 6.000, kami memperkirakan masih ada peluang selama IHSG mampu bertahan di atas 5.883. Dalam dua hari perdagangan ke depan, investor dapat melakukan buy on weakness pada saham-saham tersebut,” ujar dia.

Sementara itu, analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, IHSG baru saja breakdown dari level supprot 5.950 dan ditutup dengan candle bearish morubozu yang merupakan candle bearish continuation dan berpotensi melanjutkan penurunan dalam dua hari perdagangan ke depan. Untuk saat ini, IHSG akan menguji level support 5.890-5.900 dengan resisten mingguan yang harus ditembus pada level 6.014 jika ingin berbalik arah menuju uptrend.

Adapun sentimen menjelang libur Lebaran cenderung minim karena pergerakan IHSG hanya 2 hari. Sentimen yang akan mempengaruhi laju indeks hanya rilis data consumer confidence index. “Karena cuma 2 hari, investor bisa melakukan speculation buy pada saham MARI yang saat ini berada pada support di level Rp 258 dengan target Rp 300 dan BBTN dengan target Rp 1.700,” ujar dia.

Untuk investor yang punya horizon jangka panjang bisa memperhatikan pelemahan-pelemahan pada saham-saham blue chips, seperti BBNI, ASII, BBCA, dan BBRI untuk melakukan buy on weakness di tengah pelamahan IHSG.

Sementara itu, Associate Director of Reasearch and Investment Pilarmas Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, pergerakan IHSG menjelang libur Lebaran cenderung melemah dengan rentang 5.925-6.000. Apabila 5.925 terlewati, maka akan menuju 5.880 sebagai titik terbawah.

Sentimen dalam negeri yang akan mempengaruhi adalah consumer confidence index. Sementara, dari luar negeri akan dipengaruhi oleh sentimen dari Amerika, yakni NFIB Small Business Optimism yang diproyeksi naik dan CPI MoM yang diproyeksi turun. Sedangkan dari Tiongkok akan ada sentimen data CPI YoY yang diproyeksi naik dan PPI YoY yang juga diproyeksi naik.

Investor bisa mencermati sektor teknologi, perbankan, dan infrastruktur. Adapun strategi investasi yang bisa dilakukan adalah akumulasi beli. Namun, investor disarankan untuk memperhatikan durasi investasi masing-masing dan sesuaikan dengan tujuan investasi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN