Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan memotret monitor perdagangan saham dengan ponsel di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan memotret monitor perdagangan saham dengan ponsel di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

BEI Mencatat Tingginya Minat Emiten Galang Dana Pasar Modal

Kamis, 16 September 2021 | 16:38 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id -  Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan tingginya minat perusahaan untuk menggalang dana melalui pasar modal. Hal ini terlihat dari jumlah pipeline rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham yang masuk ke bursa.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Bursa Efek Indonesia (BEI) Vera Florida mengatakan, antusiasme emiten untuk menggalang dana dari pasar modal cukup tinggi, sehingga BEI optimistis bahwa IPO saham emiten tahun ini akan lebih banyak, dibandingkan pencatatan saham tahun lalu.

Vera mengatakan, hingga kini sudah 38 emiten saham baru yang tercatat dengan nilai penggalangan dana Rp 32,15 triliun, dibandingkan September 2020 sebanyak 45 perusahaan tercatat.

Namun demikian, menurut dia, jika dilihat dari jumlah perusahaan yang sedang dalam proses IPO saham atau yang berada dalam pipeline, jumlah tahun ini lebih banyak.

Vera menyebutkan, sebanyak 25 calon emiten berada dalam pipeline saham bursa pada September ini. Sedangkan September tahun lalu hanya delapan calon emiten yang berada dalam pipeline saham.

Dari 25 perusahaan yang berada dalam pipeline saham tersebut, sebanyak 11 perusahaan memiliki aset di atas Rp 250 miliar, lima perusahaan dengan aset di antara Rp 50-250 miliar, dan sembilan perusahaan memiliki aset di bawah Rp 50 miliar. Perusahaan yang akan listing tersebut menggunakan laporan keuangan 2021 sehingga harus tercatat tahun ini.

"Dengan melihat jumlah pipeline itu, jumlah pencatatan saham tahun ini akan jauh lebih banyak," terang dia dalam acara Zooming With Primus Bertajuk 'Berebut Dana di Pasar Modal', Kamis (16/9).

Antusiasme emiten tidak hanya dari sisi IPO saham, emiten existing juga memperebutkan dana dari rights issue. Vera menyebutkan, hingga kini sudah ada 22 emiten yang menggelar rights issue dengan nilai penggalangan dana Rp 109,07 triliun. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan periode September tahun lalu dengan 13 rights issue dan dengan penggalangan dana Rp 11,85 triliun.

"Rights issue tahun ini meningkat pesat, karena emiten menahan diri untuk melakukan investasi berupa aksi korporasi akibat pandemi tahun lalu," jelas dia.

Surat Utang

Antusiasme juga datang dari penerbitan surat utang. Vera mengungkapkan, sampai saat ini sudah ada 73 emisi surat utang dari 47 penerbit. Total penggalangan dana dari emisi surat utang itu mencapai Rp 69,44 triliun. Sementara yang berada dalam pipeline ada 11 emisi dari sembilan penerbit.

Menurut Vera, banyak faktor yang mendukung peningkatan penggalangan dana dari pasar modal. Salah satunya adalah kondisi pasar modal Indonesia yang saat ini cukup baik. Dia menyebutkan, sampai saat ini sudah ada 750 saham dan 127 obligasi yang tercatat dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 7.285,71 triliun.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 13 September 2021 mencapai 6.088. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp 13,07 triliun. Jumlah investor saham juga meningkat pesat dengan Single Investor Identification (SID) mencapai 2,73 juta investor.

Ke depan, BEI akan mempertahankan iklim pasar modal yang baik ini. Salah satu strategi adalah dengan meningkatkan edukasi kepada investor muda yang mencapai 69% dari total investor.

"Kami akan melakukan edukasi secara masif kepada investor supaya investor domestik bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri. Salah satu bentuknya adalah melalui digitalisasi seperti sosial media," papar dia.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN