Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja berada di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pekerja berada di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

BEI Suspend Saham BVIC, INPC, dan FORU, Sedangkan BBHI dan BGTG Dibuka Kembali

Selasa, 2 Maret 2021 | 08:10 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka penghentian sementara perdagangan (suspend) saham PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) dan PT Bank Ganesha Tbk (BGTG). Sedangkan perdagangan saham PT Bank Victoria International Tbk (BVIC), saham dan waran PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC dan INPC-W), dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU).

Penghentian sementara perdagangan saham BBHI dan BGTG dipengaruhi atas lonjakan harga dalam bebrapa pekan terakhir. Sebagaimana diketahui perdagangan saham BBHI dan BGTG sempat dihentikan sementara pada perdagangan saham di BEI pada 1 Maret 2021. Berdasarkan data BEI, saham BBHI melonjak dari level Rp 705 ke Rp 1.550 sepanjang Februari 2021 dan saham BGTG melonjak dari Rp 70 menjadi Rp 197 pada kurun waktu sama.

Selain membuka perdagangan saham dua emiten, BEI menghentikan perdgangan tiga saham emiten, yaitu BVIC, INPC, dan FORU. Lonjakan harga ketiga saham menjadi alasan otoritas bursa efek untuk menghentikan perdagangan sahamnya. Dengan demikian, investor diharapkan memiliki waktu untuk mempertimbangkan kembali investasinya atau dalam rangka cooling down.

Berdasarkan data BEI, saham BVIC telah melonjak sepanjang Februari dari Rp 112 ke Rp 258, saham INPC dari Rp 67 ke Rp 190, dan saham FORUdari Rp 100 ke Rp 244.

 

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN