Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petugas membersihkan area main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Petugas membersihkan area main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Belanja Saham Bulan Agustus, ADRO, ITMG hingga ICBP Masuk Keranjang

Senin, 1 Agustus 2022 | 16:32 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Secara historis, Agustus menjadi salah satu bulan yang kurang baik dalam pergerakan IHSG. Namun, para analis memprediksi IHSG Agustus ini akan berbeda. Bahkan, IHSG diperkirakan akan kembali di kisaran 7.000. Alhasil, bulan ini menjadi waktunya belanja saham. Sekeranjang saham pilihan pun direkomendasikan untuk dikoleksi pada Agustus ini. Diantaranya ADRO hingga ICBP yang juga masuk dalam keranjang saham pilihan.

Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, secara historis biasanya Agustus terkoreksi menjadi salah satu bulan yang kurang baik bagi pergerakan IHSG. Namun, pada tahun ini akan berbeda dan IHSG malah akan bergerak positif pada Agustus 2022. “Hal ini juga pernah terjadi pada Agustus tahun lalu yang malah mencatatkan positif karena disaat itu tengah terjadi tren recovery ekonomi dan optimisme karena adanya vaksin,” ungkapnya kepada Investor Daily, Senin (1/8/2022).

Wawan menilai, positifnya kinerja IHSG pada Agustus ini bakal didorong oleh data makro ekonomi Indonesia yang relatif baik, baik dari data neraca perdagangan yang surplus dan inflasi yang masih terkendali. Walaupun pada Juli 20222, BPS menyebut Inflasi naik ke 4,94% atau hampir 5%. Hal ini diyakini masih belum akan memberikan tekanan pada BI untuk menaikan suku bunga. Mengingat, BI masih memiliki instrument lain untuk bisa menjaga angka inflasi tersebut.

Baca juga: IHSG Awal Agustus Terkerek, Berikut Lima Saham Tercuan!

Ditambah lagi, lanjut Wawan, IHSG yang telah terkoreksi cukup dalam di Juni hingga menyentuh 6.600, dan Juli sideways. Belum lagi, laporan keuangan kinerja para emiten yang diprediksi mencatatkan angka positif di Kuartal II-2022. “IHSG diperkirakan akan bertahan dan kembali akan menembus 7.000 pada bulan ini,” tambahnya.   

Wawan menilai, sentiment positif yang juga mendorong IHSG bergerak positif adalah harga komoditas energi, terutama batu bara, yang masih tinggi. Untuk itu, ia pun merekomendasikan saham-saham batu bara untuk dimasukkan dalam keranjang belanja saham bulan ini. Terutama ITMG dan ADRO. Keduanya masing-masing memiliki target harga ADRO Rp 3.700 dan ITMG Rp 44.000 pada akhir tahun mendatang.   

“Selain itu, saham perbankan, terutama BBCA dan BBRI dengan target harga akhir tahun  masing-masing adalah Rp 8.200 untuk BBCA dan BBRI sebesar Rp 5.000. Saham consumer goods juga masih layak dikoleksi bulan ini, yaitu ICBP dengan target harga Rp 9.500 dan KLBF target harganya Rp 1.700,” ujar Wawan.

Sementara itu, Analis Senior CSA Research Institute yang juga Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada menjelaskan, pergerakan IHSG pada Agustus biasanya akan lebih rendah dibandingkan di bulan sebelumnya. Hal ini karena biasanya, laporan keuangan yang dikeluarkan oleh para emiten telah di price in oleh pelaku pasar. Alhasil, membuat animo pelaku pasar tidak terlalu bersemangat di Agustus. “Biasanya tren ini juga akan berlanjut ke September,” tambah dia.

Baca juga: Awal Agustus IHSG Bergerak Menguat, Apa Penopangnya?

Namun, Reza mengatakan, ada beberapa sentimen yang dapat menjadi penyeimbang tren pelemahan tersebut. Mulai dari kondisi makro ekonomi Indonesia, harga komoditas yang stabil, hingga current account deficit yang terus berkurang. “Jika dilihat dari segi teknikal, IHSG pada Agustus ini, IHSG akan berada pada support level 6.687-6.850. Sedangkan resistance di antara 7.125-7.180,” paparnya.

Untuk itu, Reza menyarankan para investor dan pelaku pasar untuk mempertimbangkan kondisi dari sektoral apabila ingin belanja saham di Agustus ini. Ia merekomendasikan sektor pertambangan, dengan saham pilihan dan target harganya adalah MDKA Rp 4.800, ITMG Rp 38.000, ANTM Rp 2.250, ADMR Rp 2.500, ADRO Rp 3.500, INDY Rp 2.850, dan SMMT Rp  1.250.

Reza juga merekomendasikan sector Kesehatan, khususnya farmasi mulai dari SIDO dengan target harga Rp 1.100, PEHA Rp 950, KAEF Rp 1.800, dan KLBF Rp 1.850. Ditambah lagi, sector konstruksi seperti WIKA dengan target harga Rp 1.050, PTPP Rp 950, ADHI Rp 850. Sedangkan sektor properti adalah LPCK Rp 1.250, BSDE Rp 1.050, dan SMRA Rp 700.

“Tak kalah penting adalah sector bank, seperti BBRI dengan target harga Rp 4.650, BRIS Rp 1.800, BBNI Rp 8.700, dan BMRI Rp 8.500. Untuk lainnya adalah salah-saham seperti ASII Rp 7.000, JSMR Rp 4.050, CMNP Rp 2.300, IPCC Rp 650, TBIG Rp 3.350, dan EXCL Rp 2.650,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com