Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi WIKA. (Foto: PT Wijaya Karya Tbk)

Ilustrasi WIKA. (Foto: PT Wijaya Karya Tbk)

Berharap dari IKN, Begini Dampaknya bagi Saham WIKA

Senin, 8 Agustus 2022 | 14:00 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) masih layak untuk dikoleksi dengan target harga Rp 1.400. Target ini menggambarkan potensi lonjakan kontrak baru dari pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) dan mitigasi utang di tengah tren kenaikan tingkat bunga.

Analis RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya dan Ryan Santoso mengatakan, realisasi kontrak baru memang melesat 45,7% menjadi Rp 13,8 triliun, namun angka tersebut masih di bawah target. “Walaupun di bawah target, kami meyakini WIKA akan kembali mencetak lonjakan kontrak baru dari pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) dengan nilai tender Rp 12,2 triliun,” terangnya dalam riset terbaru.

Baca juga: Semester I-2022, Wijaya Karya (WIKA) Raih Kontrak Baru Rp 13,8 Triliun

Terkait posisi utang, dia mengatakan, perseroan telah membiayai kembali utang jangka panjang dengan Sukuk dan obligasi untuk mengurangi dampak negatif atas potensi kenaikan tingkat suku bunga. Sedangkan kelanjutkan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung menjadi tantangan setelah ada kenaikan biaya pengembangan.

Perseroan sebelumnya telah mengurangi porsi utang bunga mengambang dari posisi akhir tahun lalu 67% menjadi 60% melalui penerbitan obligasi dan sukuk. Sedangkan obligasi dan sukuk senilai Rp 10 triliun baru akan jatuh tempo pada 2025 dengan rata-rata tingkat bunga 8,54%. Berbagai langkah tersebut sebagai mitigasi atas tren kenaikan tingkat bunga.

Dengan berbagai fakor tersebut, RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham WIKA dengan target harga Rp 1.400. Target harga tersebut juga telah mempertimbangkan revisi turun target kinerja keuangan perseroan tahun ini.

RHB Sekuritas menyebutkan bahwa raihan kontrak baru perseroan belum kembali ke level sebelum pandemi Covid-19 berdasarkan realisasi semester I-2022. Hal ini mendorong direvisi turun target laba bersih perseroan dari Rp 947 miliar menjadi Rp 234 miliar tahun ini. Sedangkan proyeksi pendapatan dipangkas dari Rp 26,45 triliun menjadi Rp 23,04 triliun.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com