Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdagangan saham. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Perdagangan saham. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bursa Saham Dapat Banyak Sentimen Positif

Minggu, 11 April 2021 | 20:50 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan ke depan diprediksi menguat, setelah sempat mengalami fluktuasi dan berakhir melemah pada perdagangan Jumat (9/4). Optimisme akan positifnya neraca perdagangan Indonesia dan laporan kinerja emiten yang termasuk dalam S&P 500 menjadi faktor yang mempengaruhi hal tersebut.

Analis PT Phillip Sekuritas Anugerah Zamzami mengungkapkan, IHSG dalam sepekan ke depan berpotensi menguat di level 6.000-6.178. Faktor pendukung penguatan tersebut berasal dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, investor menanti data neraca dagang yang akan dirilis. Dari luar negeri, investor menanti rilis laporan keuangan emiten yang berada di indeks S&P 500 pada bursa Amerika Serikat (AS). "Data makro lain dari luar negeri juga dinanti investor seperti data penjualan ritel AS dan Inggris, serta data PDB kuartal I-2021 Tiongkok," jelas Zamzami kepada Investor Daily, Minggu (11/4).

Di tengah penguatan tersebut, Zamzami merekomendasikan beberapa saham seperti saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA).

Di lain pihak, analis PT Binaartha Sekuritas M Nafan Aji juga mengungkapkan, IHSG akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat ke level 6.027-6.254. Nafan juga menilai, rilis neraca dagang Indonesia yang diprediksi surplus pada kuartal I-2021 menjadi katalis positif atas pergerakan IHSG.

Dari AS, Nafan juga menilai adanya sentimen yang akan mendorong penguatan IHSG. Katalis itu adalah data penjualan ritel dan data inflasi yang diproyeksi semakin positif serta makin pulihnya perekonomian AS.

Dengan penguatan IHSG itu, Nafan merekomendasikan sejumlah saham seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan target harga Rp 1.255-1.715, PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga Rp 5.550-7.775, dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dengan target harga Rp 1.240-1.510. Kemudian, PT Bank Jatim Tbk (BJTM) dengan target harga Rp 805-985, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dengan target harga Rp 350-404 dan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) dengan target harga Rp 620-1.000.

Sementara itu, Direktur PT Ekuator Swarna Investama Hans Kwee juga memprediksi IHSG akan bergerak menguat dalam sepekan ke depan dengan proyeksi support di level 5.944-6.000 dan resistance di level 6.150-6.230. Tren peningkatan di bursa AS, diikuti oleh yield (imbal hasil) US Treasury yang stabil dan dukungan kebijakan pelonggaran bunga dari The Fed melanjutkan kenaikan IHSG dalam sepekan ke depan. "Namun, investor juga mencermati katalis negatif seperti gelombang Covid-19 ketiga dan masalah vaksin AstraZeneca," ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN