Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Buyung Poetra, Foto: IST

Buyung Poetra, Foto: IST

Buyung Poetra Tetap Lanjutkan Bangun Pabrik Baru

Minggu, 27 September 2020 | 15:17 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id - PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) menerapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan di tengah pandemi Covid019 ini. Sejumlah strategi tersebut adalah pembangunan pabrik dan perbaikan kinerja internal.

Direktur Buyung Poetra Sembada Budiman Susilo mengatakan, mesipun Jakarta sedang dalam pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), perseroan masih dapat beroperasi secara normal. Hal ini lantaran dalam bisnisnya, Buyung Poetra menjadi salah satu emiten yang operasionalnya tidak dibatasi.

“Meski demikian, kebijakan ini mempengaruhi penjualan kami pada kuartal II tahun ini, karena sebagian besar pasar tradisional dan pusat perbelanjaan tidak beroperasi seperti biasanya. Pasar modern dan pasar tradisional ini juga belum beroperasi secara normal,” jelasnya saat dihubungi Investor Daily, di Jakarta, Jumat (25/9).

Terkait semester II-2020, dia mengatakan, perseroan sedang memfokuskan pembangunan pabrik baru yang berlokasi di Sumatera Selatan. Perseroan menargetkan pembangunan ini akan selesai pada pertengahan tahun 2021 mendatang. Pembangunan ini diperkirakan menelan biaya hingga Rp 100 miliar.

“Selain itu, kami sedang memproses penambahan fasilitas pengeringan padi pada pabrik yang berlokasi di Subang. Fasilitas ini diperkirakan rampung pada semester pertama 2021. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan margin perseroan ke depan,”ujarnya.

Seperti diketahui, emiten produsen beras ini sedang menyelesaikan pembangkit listrik berbahan bakar limbah kulit padi yang berlokasi di Sumatera Selatan. Pembangkit listrik ini diproyeksikan menghasilkan listrik maksimal 3 Megawatt (MW) dan akan menjadi salah satu pembangkit listrik pertama berbahan bakar kulit padi di Indonesia. Adapun hingga semester pertama 2020, perseroan telah menyerap belanja modal senilai Rp 60 miliar.

Sementara itu, dari sisi kinerja keuangan pada semester I-2020, emiten berkode saham HOKI ini membukukan pendapatan sebanyak Rp 755,77 miliar. Jumlah ini turun mencapai 12,07%, dibandingkan periode yang sama tahun 2019 mencapai Rp 859,49 miliar. “Pandemi menghambat sejumlah pasar untuk beroperasi ditambah dengan Bantuan Sosial (BANSOS) yang diberikan pemerintah berupa beras juga menurunkan daya beli masyarakat,” kata dia.

Hal ini otomatis mempengaruhi perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 23,75 miliar atau terkoreksi 57.53%, dibandingkan semester I-2019 senilai Rp 56,44 miliar, “Penurunan laba bersih disebabkan oleh peningkatan biaya-biaya operasional, seperti freight, karena terpengaruh lockdown selama pandemi. Selain itu, peningkatan penjualan beras berukuran 5 kg juga mempengaruhi bottom-line,” pungkasnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN