Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Beras Buyung Poetra. Foto: IST

Beras Buyung Poetra. Foto: IST

Buyung Poetra Tetap Optimistis Bisnis Beras akan Meningkat

Selasa, 21 Juli 2020 | 15:24 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) mengungkapkan prospek bisnis beras ke depan akan tetap cerah, seiring dengan kebutuhan masyarakat Indonesia akan komoditas beras. Perseroan sebelumnya telah melakukan ekspor ke Singapura untuk kebutuhan beras di salah satu gerai pembelanjaan disana.

Investor Relation Buyung Poetra Sembada Dion Surijata mengatakan, prospek bisnis Buyung Poetra Sembada di hari depan masih cerah, terbukti kapasitas pabrik pengolahan beras perseroan terus ditingkatkan agar dapat memaksimalkan jumlah produksi beras.  

“Kita sedang bangun pabrik baru di Sumatera Selatan, akan menambah kapasitas produksi 20 ton per jam. Kalo kita lihat perusahaan kedepannya prospeknya masih bagus, tantangannya tinggal memperkuat branding Topi Koki,” jelas Dion dalam acara company visit ke Berita Satu Media Holding via Zoom, Selasa (21/7). 

Dion menjelaskan, dengan penambahan pabrik baru di Sumatera Selatan, maka total kapasitas produksi perseroan akan mencapai 95 ton per jam.

Secara rinci, Buyung Poetra Sembada telah memiliki dua pabrik yang berada di Subang dan Cipinang, Jakarta. Pabrik Subang memiliki kapasitas produksi sebesar 50 ton per jam, sedangkan pabrik di Cipinang memiliki kapasitas produksi sebesar 5 ton per jam.

Sementara itu, pabrik di Sumatera Selatan ditargetkan dapat beroperasi di akhir 2020 dengan kapasitas 20 ton per jam, sedangkan penambahan kapasitas 20 ton per jam sisanya akan diselesaikan di tahun 2021. 

Dion mengungkapkan ada penundaan proses pembangunan akibat dampak darI Covid-19.

“Untuk pabrik yang di Sumsel sebenarnya mesin-mesinnya sudah sebagian datang, hanya pada Maret-April kita mau pasang, teknisinya dari Vietnam tidak bisa ke Indonesia karena ada Covid-19, jadi kita tunda, nanti dalam satu bulan atau dua bulan ke depan lagi kita jalan kan lagi,” ujarnya.

Selain itu, perseroan juga menyewa tempat di Pasar Induk Cipinang untuk mengoperasikan mesin berkapasitas produksi sebesar 5 ton per jam. Dengan demikian, saat ini perseroan telah memiliki kapasitas produksi total sebesar 55 ton per jam.

Menurut Dion, Indonesia sebagai konsumen beras terbesar ketiga di dunia, membuat potensi kebutuhan beras di Indonesia masih sangat besar, sehingga perseroan tetap optimistis menatap prospek bisnis ke depannya.

Selain itu, kebiasaan masyarakat yang kini terus berubah, membuat potensi beras bermerk, memiliki potensi pertumbuhan yang masih lebar untuk dikejar perseroan. “Masyarakat yang tadinya beli beras curah atau literan, akan beralih ke beras branded seiring pola konsumsi masyarakat akan beras berkualitas,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Buyung Poetra Sembada Budiman Susilo menyatakan, untuk pertama kalinya pada bulan Maret yang lalu perseroan melakukan ekspor beras sebanyak satu kontainer ke Singapura atau setara dengan 22 ton. Selain karena kebutuhan beras, tekstur beras dari Indonesia yang unik juga mendasari kebutuhan untuk impor beras dari Inddonesia.

Buyung Poetra, Foto: IST
Buyung Poetra, Foto: IST

“Tekstur pandan wangi hanya kita yang punya, tekstur beras kita agak bulat, berbeda dengan beras di Thailand ataupun dari Vietnam,” jelas Budiman.

Menurut dia, potensial ekspor masih terbuka luas, bahkan belum lama ini perseroan ditawari untuk ekspor beras ke Arab Saudi, namun karena merebaknya pandemi Covid-19 membuat rencana tersebut tertunda.

Budiman menambahkan, dalam mengatasi net margin perseroan akan memanfaatkan sistem teknologi yang bagus, salah satunya dengan penggunaan mesin pengering atau drier untuk menekan kadar air dalam padi, sehingga diharapkan akan mengurangi potensi kerusakan beras patah dalam proses produksi perseroan.

Di sisi lain perseroan berkomitmen, untuk tetap fokus menggunakan pasokan dari pengepul lokal, ketimbang impor. Selain pasokan padi lokal yang terjaga, hal tersebut juga diharapkan mendorong kehidupan petani dalam negeri untuk tetap bersemangat memasok padi.

Sementara itu, kontribusi bagi masyarakat dari perseroan adalah dengan terus terbuka dalam mensosialisasikan dan perkembangan sistem penanaman padi yang memanfaatkan pompanisasi dan kanalisasi. Sistem tersebut telah diujicoba langsung oleh keluarga Sukarto Buyung.

Dion menjelaskan, dengan sistem pompalisasi dan kanalisasi, panen yang biasanya setahun sekali, menjadi tiga kali dalam setahun, hal tersebut disebabkan oleh lebih besarnya kapasitas pompa sistem irigasi dan lebih tingginya tanggul dalam petak sawah.

“Akhirnya keluarga Pak Sukarto mengajak semua masyarakat agar mempelajari sistem ini dipelajari dan diterapkan, terutama di lahan datar seperti gambut. Kelebihan lahan datar kita bisa menggunakan mesin dalam proses produksi pengolahan padi,” katanya.

Hingga kuartal I-2020, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 450,42 miliar, naik 12,99% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 398,62 miliar. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp 14,67 miliar turun 42,4% dari sebelumnya sebesar Rp 25,48 miliar pada kuartal I-2019.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN