Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI Risa E Rustam (kiri), I Gede Nyoman Yetna dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, masing-masing Corporate Secretary Lydia Jessica Toisuta, Komisaris Independen Satriadi Darmawan, Direktur Eddy Hartanto, Direktur Arief Cahyadi Wana dan Shareholder Representative Alvin Sariaatmadja (tiga dari kanan) saat listing perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Foto: B1/UTHAN A RACHIM

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI Risa E Rustam (kiri), I Gede Nyoman Yetna dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, masing-masing Corporate Secretary Lydia Jessica Toisuta, Komisaris Independen Satriadi Darmawan, Direktur Eddy Hartanto, Direktur Arief Cahyadi Wana dan Shareholder Representative Alvin Sariaatmadja (tiga dari kanan) saat listing perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Foto: B1/UTHAN A RACHIM

Dana Kelolaan Ashmore Asset Turun 22,9%

Minggu, 13 September 2020 | 13:57 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id - PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) mencatatkan dana kelolaan sebanyak Rp 22,8 triliun hingga akhir Juni 2020, turun 17,8% dari periode sama tahun lalu yakni Rp 27,71 triliun. Penurunan dipicu atas pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia sebesar 22,9% pada periode yang sama.

Chief Executive Officer Ashmore Asset Management Ronaldus Gandahusada menjelaskan, pandemi masih menjadi pemicu utama penurunan kinerja perseroan. Kendati demikian, perseroan optimistis bahwa struktur usaha yang kuat mampu untuk membuat perseroan bertahan dan berhasil mengatasi tantangan-tantangan operasional yang datang.

Sepanjang semester I-2020 ini, pendapatan bersih usaha dari kegiatan manajer investasi turun hingga 9,47% menjadi Rp 279,62 miliar. Begitu juga dengan laba bersih turun mencapai 8,02% menjadi Rp 79,56 miliar. “Pada masa seperti ini, prioritas perusahaan adalah sumber daya manusia, manajemen risiko, dan disiplin biaya untuk mempertahankan kinerja keuangan,” jelasnya dalam keterangan resmi, Minggu (13/9).

Kendati raihan laba bersih turun, Ronaldus menilai, perseroan tengah berada di posisi yang tepat untuk mengelola potensi pemulihan di pasar modal Indonesia dalam jangka menengah. Hal ini didukung dengan potensi pemulihan ekonomi Indonesia yang bakal diiringi pertumbuhan PDB dan inflasi yang lebih baik, dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.

Kemudian, ungkap dia, sentimen positif juga datang dari peraturan Omnibus yang berpotensi memperkuat ketahanan rupiah yang kredibel dari sisi kebijakan moneter dan fiskal

"Dari internal sendiri, kami akan terus melakukan perbaikan dari segi literasi keuangan yang dapat meningkatkan permintaan untuk jasa manajemen investasi. Perseroan juga memfokuskan penguatan kinerja reksa dana baik terhadap nasabah, mendiversifikasi tema produk investasi serta memperkuat kemampuan infrastruktur distribusi," ungkapnya.

Sementara itu, Corporate Secretary Ashmore Lydia Jessica Toisuta menyatakan, hingga akhir 2019 lalu, seluruh reksa dana kelolaan telah membukukan performa yang positif dan terus berlanjut hingga akhir Agustus. Dari segi pilihan produknya, perseroan melihat dalam beberapa bulan terakhir ini reksadana obligasi baik dalam denominasi dollar AS atau rupiah dan reksadana saham, terutama yang berbasis saham-saham blue chip mengalami peningkatan.

“Saat ini, kami belum memiliki target dana kelolaan secara absolut hingga akhir tahun 2020, namun kami menargetkan pertumbuhan dana kelolaan di atas industri,” paparnya.

Terakhir emiten yang berkode saham AMOR berencana untuk membagikan dividen sebanyak Rp 50,9 miliar atau Rp 45,8 per lembar saham sesuai dengan komitmen persroan untuk konsisten membayarkan minimum 50% dari laba bersih pada setiap tahunya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN