Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung memotret menggunakan ponsel layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Pengunjung memotret menggunakan ponsel layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Danareksa Sematkan Overweight Saham Perbankan, BBNI Pilihan Teratas

Rabu, 25 Mei 2022 | 11:51 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Rekomendasi saham emiten sektor perbankan dipertahankan overweight, seiring dengan pesatnya pertumbuhan kinerja keuangan dan kredit emiten sektor ini sampai kuartal I-2022.

Rekomendasi tersebut juga menggambarkan likuiditas yang cukup, meskipun Bank Indonesia (BI) menaikkan rasio giro wajib minimum (GWM) mulai 1 Juni 2022.

Baca juga: Kinerja Ciamik, Saham BRI (BBRI) Cetak All Time High

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa rekomendasi tersebut juga telah mempertimbangkan peluang kenaikan tingkat suku bunga pada semester II tahun ini. Sedangkan likuiditas sistem perbankan Indonesia mencapai Rp 626,3 triliun sepanjang April tahun ini. Angka tersebut memang turun dari catatan Maret 2022 sekitar Rp 648,1 triliun. Namun nilai tersebut masih tergolong besar.

“Kami memperkirakan pertumbuhan laba bersih sektor perbankan Indonesia mencapai 21,1% tahun ini. Hal ini didorong atas estimasi kenaikan kredit mencapai 9,5% dan bersamaan dengan tren penurunan biaya kredit,” tulisnya dalam riset.

Terkait pertumbuhan kredit, dia mengatakan, diprediksi mencapai 9,5% tahun ini dengan empat bank besar sebagai penyumbang utama penyaluran kredit tahun ini. Keempat bank besar tersebut yang memiliki posisi terbaik dalam penyaluran kredit.

Baca juga: Terbitkan Green Bond Rp 5 Triliun, BNI (BBNI) Genjot Terwujudnya Ekonomi Hijau di Tanah Air 

Sedangkan saham bank pilihan teratas adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang direkomendasikan beli dengan target harga Rp 10.700. Rekomendasi beli juga diberikan untuk saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan target harga Rp 9.500, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan target harga Rp 2.500, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan target harga Rp 1.900.

Rekomendasi beli juga diberikan pada saham PT BTPN Syariah Tbk (BTPS) dengan target harga Rp 3.800, PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan target harga Rp 20.000, PT BPD Jatim Tbk (BJTM) dengan target Rp 900. Sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomedasikan hold dengan target harga Rp 7.800.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN