Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(Kiri-kanan): Plt Direktur PT Kimia Farma Diagnostik,a Abdul Azis; Direktur Utama PT Kimia Farma Apotek, Nurcahyo Waluyo Wibowo; Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk., Heru Firdausi Syarif; Plt. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Agus Chandra; Direktur Utama PT. Alere Health (Abbott), Teguh Purwanto dalam acara penandatanganan MoU kerja sama penyediaan alat pengujian swab antigen di Jakarta, pada 14 Juni 2021. ( Foto: Istimewa )

(Kiri-kanan): Plt Direktur PT Kimia Farma Diagnostik,a Abdul Azis; Direktur Utama PT Kimia Farma Apotek, Nurcahyo Waluyo Wibowo; Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk., Heru Firdausi Syarif; Plt. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Agus Chandra; Direktur Utama PT. Alere Health (Abbott), Teguh Purwanto dalam acara penandatanganan MoU kerja sama penyediaan alat pengujian swab antigen di Jakarta, pada 14 Juni 2021. ( Foto: Istimewa )

Didukung Segmen Ritel, Penjualan Itama Ranoraya Hingga Mei Melambung 366%

Rabu, 23 Juni 2021 | 07:18 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions), berhasil mencetak lonjakan penjualan sebesar 366% menjadi Rp 331 miliar hingga Mei 2021, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 71,02 miliar. Lonjakan pendapatan tersebut didukung pesatnya penjualan segmen ritel.

Sedangkan pertumbuhan pendapatan tahun ini ditargetkan berkisar 80-100%, dibandignkan raihan tahun lalu. Optimisme ini didukung oleh tingginya permintaan pasar terhadap peralatan medis yang ditunjukkan pesatnya kenaikan penjualan perseroan hingga Mei 2021.

Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif mengatakan, pemasaran produk in vitro berupa antigen test masih menjadi penyumbang terbesar penjualan perseroan. Sisanya disumbangkan penjualan produk Abbott lainnya, seperti Reagen dan Mesin plasma Terumo.

“Kami mencatat penjualan segmen ritel (non-APBN dan APBD) menjadi penyumbang utama penjualan semester I tahun ini. Segmen ini menjadi faktor utama pendongkrak penjualan,” ujarnya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Selasa (22/6).

Selama ini, Firdausi Syarif mengatakan, pelanggan perseroan didominasi institusi pemerintah, seperti pengadaan program imunisasi dan pengadaan peralatan medis di rumah sakit pemerintah. Namun mulai tahun ini, perseroan mulai menggenjot segmen ritel dengan tujuan untuk memperbesar pangsa pasar produknya dan diversivikasi segmen pelanggan lebih solid.

“Tahun sebelumnya, porsi penjualan kepada pemerintah sangat besar yang terlihat dari lonjakan kinerja keuangan kuartal III dan IV 2020. Namun sejak kuartal IV-2020, kami mulai menggenjot penjualan kepada pelanggan Non-APBN/APBD, seperti swasta maupun ritel. Penjualan juga dilakukan dengan membuka kerjasama dengan layanan kesehatan sebagai rangkaian distribusi produk kami. Perluasan pasar ini membuahkan hasil dengan lonjakan perolehan penjualan pada semester I tahun ini,” terangnya.

Dia menambahkan, pertumbuhan penjualan ritel juga didukung tingginya minat masyarakat terhadap produk peseroan, seperti Swab Antigen Test yang telah menjadi convenience goods yang dikonsumsi secara reguler. Apalagi status produk Swab Antigent Test perseroan dengan merk Panbio telah mendapatkan rekomendasi WHO dengan akurasi hasilnya yang baik.

Awal pekan lalu, dia mengungkapkan, perseroan telah melakukan kerjasama melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan PT Kimia Farma Diagnostik, anak usaha dari PT Kimia Farma Apotek yang memiliki jaringan 422 klinik dan 73 laboratorium untuk penyediaan alat test Swab Antigent Test Panbio. Kerjasama tersebut diharapkan bisa memberikan tambahan penjualan 300.000 unit Panbio per bulan.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Itama Ranoraya Hendry Hermen mengatakan, perseroan juga telah menambah SDM, terutama bagian penjualan untuk masuk ke segmen ritel. Apalagi perseroan telah menambah produk Avimac sebagai imunomodulator untuk peningkat imun tubuh. “Avimac sudah mulai berkontribusi di penjualan kuartal III dan di awal, kami targetkan bisa terjual 150.000 botol, dengan kontribusi terhadap pendapatan mencapai 4%-5% di tahun ini”, ungkap Hendry.

Dengan demikian, dia menuturkan, Itama Ranoraya optimistis kembali membukukan pertumbuhan penjualan pesat seperti tahun lalu. Optimisme ini diperkuat data performa perseroan hingga semester I tahun ini. “Pertumbuhan penjualan akan terus dipertahankan hingga semester II tahun ini dengan menggenjot penjualan kepada instansi pemerintah bersamaan dengan optimalisasi penjualan segmen ritel. Pertumbuhan tersebut juga akan dilanjutkan hingga tahun depan, selain pertumbuhan organik, pertumbuhan dari ekspansi inorgaik bisa akan menjadi penopang pertumbuhan tahun 2022,” Tutup Heru.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN