Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Bitcoin (BTC)

Ilustrasi Bitcoin (BTC)

Diimbau Wait and See, Bitcoin (BTC) Stabil di US$ 36.000an

Rabu, 26 Januari 2022 | 06:11 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) masih stabil bergerak di level US$ 36.000an.

Mengutip coinmarketcap.com pukul 06.00 WIB Rabu (26/1), BTC ada di posisi US$ 36.697,42 naik 0,72% dalam sehari, namun masih anjlok 13,36% dibandingkan pekan lalu. Di mana, BTC pada perdagangan sehari kemarin sempet menembus US$ 37.444,57 dan terendahnya di US$ 35.779,43.

Kenaikan juga dialami oleh koin dengan kapitalisasi besar lainnya seperti Ethereum (ETH) dan Binance Coin (BNB), serta Solana (SOL). Sedangkan, koin teratas lainnya seperti Cardano (ADA) layu.

Baca juga: Bitcoin (BTC) Kembali Nanjak di Atas Posisi US$ 35.000-an

ETH dalam perdagangan sehari akhirnya menguat 0,65% menjadi US$ 2.432,92 dan dibandingkan pekan lalu turun 23,45%. Begitujuga dengan BNB yang ikut naik 3,72% dalam sehari ke US$ 381,98 dan dibandingkan pekan lalu turun 19,32%. SOL juga naik 1,47% ke US$ 93,38 dan dibandingkan pekan lalu turun 33,73%. Sedangkan, ADA turun 2,14% ke US$ 1,04 dan dalam sepekan masih minus 30,76%.

Bitcoin kembali ke level US$ 36.000 dan cenderung stabil setelah terkoreksi cukup dalam pada minggu lalu. Beberapa faktor fundamental turut mempengaruhi pasar kripto, tak hanya bitcoin tapi juga koin alternatif lainnya.

Per tanggal 25 Januari 2022, BTC Tertahan di level US$ 36.000 karena isu taper tantrum mempengaruhi kepercayaan investor. Chief Executive Officer Litedex Protocol, Andrew Suhalim menganalisa secara teknikal bahwa level US$ 36.000 bisa menjadi area support Bitcoin yang cukup kuat untuk rebound dalam jangka pendek ke area resistance US$ 40,500 sampai US$ 43.000.

Baca juga: Awal Pekan, Bitcoin (BTC) dan Kripto Teratas Lainnya Mulai Bangkit Lagi

Berdasarkan data on chain glassnode, pergerakan investor ritel mendorong harga BTC naik, terlihat dari number of address non zero balance BTC yang bertambah.

Sementara itu, berdasarkan indeks fear and greed dalam sepekan, tingkat kekhawatiran investor mengalami penurunan 12 poin, dari 24 ke level 12 yang berarti kekhawatiran investor makin besar untuk masuk ke market atau extreme fear.

Andrew merekomendasikan para investor kripto untuk wait and see hingga menunggu update informasi terkait taper tantrum dari the Fed. Dominasi Bitcoin mempengaruhi 42% pasar kripto, sehingga bisa menjadi acuan para investor untuk melirik koin alternatif lainnya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN