Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BCA. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bank BCA. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Disiapkan, IPO BCA Digital

Kamis, 1 Juli 2021 | 07:22 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Mulai bergesernya tren investasi saham dari sektor perbankan ke teknologi mendorong PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA untuk menyiapkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Bank Digital BCA (BCA Digital) dalam 1-2 tahun ke depan.

“Tidak tahun ini, tetapi ada rencana ke depan. 1-2 tahun lagi,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja kepada Investor Daily, Rabu (30/6).

Adapun Bank Digital BCA akan beroperasi lewat aplikasi bernama blu (dengan huruf kecil). Direktur Utama BCA Digital Lanny Budiati menyebutkan, aplikasi tersebut akan dirilis pada 2 Juli 2021. Mengingat baru dirilis pada awal semester II ini, BCA Digital menargetkan jumlah nasabah hingga akhir tahun ini mencapai ratusan ribu. ”Target kami bagaimana mengumpulkan customer base yang cukup banyak, layanan diandalkan. Untuk tahun ini targetnya ratusan ribu,” jelasnya.

Namun, mengenai IPO, Lanny enggan menuturkannya lebih lanjut. Meski demikian, BCA dikatakannya memang serius untuk mengembangkan BCA Digital. ”Digitalisasi ini harus di-take care dengan sebaik-baiknya dengan tren yang ada sekarang. Perkembangan yang ada sekarang di market membuat digital menjadi hal yang esensial, bahkan buat BCA,” ungkap dia.

BCA Digital, menurut dia, memiliki perbedaan dengan bank digital lainnya. Sebut saja, blu deposit. Pihaknya juga akan bekerjasama dengan multiplatform lainnya. ”Setidaknya ini yang akan menjadi pembeda dengan bank digital lainnya,” pungkasnya.

Secara terpisah, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengapresiasi langkah BCA Digital untuk IPO. ”Bagus, momentumnya justru saat ini dimana masyarakat juga mengalami percepatan adaptasi menggunakan fitur transaksi digital. Sentimen investor terhadap IPO perusahaan digital sedang positif,” tuturnya.

Namun, dia mengimbau agar IPO BCA Digital sebaiknya dilakukan sebelum tapering off Bank Sentral AS, mengingat risiko di pasar keuangan saat tapering off relatif tinggi dan investor cenderung mencari aset yang aman. ”Sampai akhir 2021 adalah momen emas untuk IPO, mencari pendanaan publik untuk memperkuat layanan digital,” ucap Bhima.

Seperti diketahui, BCA segera meluncurkan layanan bank digital. BCA menjadi satu dari tujuh bank yang tengah memproses menjadi bank digital. Selain BCA, bank lainnya adalah PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bank Capital Tbk (BACA), PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI), PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW), dan PT Bank KEB Hana.

Bank Neo Commerce

Sementara itu, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 426 juta saham atau setara Rp 127,9 miliar dalam penawaran umum terbatas (PUT) IV dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dalam PUT IV ini, perseroan menawarkan sebanyak sebanyak 832,62 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 300 per saham. Dengan demikian, total dana yang berhasil diraih dari penerbitan saham baru ini mencapai Rp 249,82 miliar.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Neo Commerce Agnes F Triliana mengatakan, total pemesanan rights issue yang masuk mencapai 1,26 miliar saham, sehingga ada kelebihan permintaan sebanyak 426 juta saham.

Pemesanan diperoleh selama periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD pada 15 hingga 21 Juni 2021 serta pada periode pemesanan saham tambahan hingga 23 Juni 2021. Kelebihan permintaan ini menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap bank digital, terutama Bank Neo Commerce.

Rights issue ini juga untuk menarik investor baru, namun investor yang lama tetap berpartisipasi penuh dalam aksi korporasi ini. “Tingginya minat masyarakat terhadp saham Bank Neo Commerce merupakan sebuah kehormatan bagi kami yang masih dalam tahap transformasi menjadi bank digital. Kami terus menyempurnakan layanan dan produk perbankan kami untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan memberikan pengalaman perbankan digital yang unik bagi masyarakat," kata Agnes melalui keterangan tertulis.

Adapun dana yang dihimpun dari hasil PUT IV tersebut akan digunakan untuk modal kerja pengembangan usaha perseroan. Pengembangan usaha itu berupa investasi teknologi dan penyaluran kredit serta kegiatan operasional perbankan lainnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN