Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wika. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Wika. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Disiapkan, IPO Wika Industri & Konstruksi Rp 1,5 Triliun

Rabu, 4 Agustus 2021 | 05:44 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tengah menyiapkan rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dua anak usahanya, yaitu PT Wika Industri & Konstruksi serta PT Wika Realty. Wika Industri & Konstruksi ditargetkan IPO senilai Rp 1-1,5 triliun dan mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022.

"Wika Industri & Konstruksi ditargetkan IPO pada 2022 dan Wika Realty pada 2023," kata Direktur Keuangan Wika Ade Wahyu kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Saat ini, Wika sedang memperkuat nilai kedua perusahaan tersebut, sehingga saat IPO saham nanti bisa memberikan nilai positif bagi investor. Wika telah meningkatkan kapasitas produksi Wika Industri & Konstruksi menjadi 100 ribu per tahun. Hal ini dilakukan melalui penyelesaian pabrik baja di Majalengka. Sementara itu, untuk Wika Realty, Wika tengah menunggu proses pembentukan Holding Hotel BUMN sebelum melakukan IPO saham.

Dari IPO saham Wika Industri & Konstruksi, Wika memprediksi nilai penggalangan dana sekitar Rp 1-1,5 triliun dengan asumsi jumlah saham yang dilepas ke publik sebanyak 20-35%. Melalui IPO tersebut, Wika masih menjadi pemegang mayoritas saham.

Selain dari aksi anorganik, Wika juga akan mengejar pertumbuhan dari sisi organik. Berdasarkan laporan tahunan, Wika mematok target kontrak baru bisa bertumbuh 20% setiap tahunnya, mulai dari 2021. Pertumbuhan kontrak baru ini diharapkan bisa mendukung pertumbuhan penjualan dan laba bersih sebesar 20%.

Wika menilai tahun 2020 merupakan momentum terendah pada fase perjalanan bisnis perusahaan dan 2021 ini akan menjadi saat untuk bangkit dan bertumbuh lebih baik. Untuk menyikapi hal itu, Wika sudah menyiapkan peta jalan pertumbuhan dalam lima tahun ke depan. Bahkan, perseroan ditargetkan dapat kembali normal, seperti pertumbuhan 2019 pada tahun 2024 nanti.

Adapun langkah strategis yang dilakukan perseroan, salah satunya adalah pertumbuhan kontrak baru minimal 20% setiap tahun. Kemudian, penjualan juga dipatok bertumbuh di atas 20% sehingga secara otomatis laba bersih akan tumbuh lebih dari 20%, dan akan kembali normal pada 2024.

Pada 2021, Wika juga memiliki beberapa portofolio bisnis baru, di antaranya adalah di bidang industri. Wika berencana membangun pabrik aspal yang cukup besar di Buton dengan kapasitas 2x100 ton pada tahun ini. Pembangunan pabrik ini untuk mengurangi impor aspal yang mencapai 1 juta ton per tahun.

Kemudian, Wika ingin menguasai bidang industri, seiring dengan akan dilakukannya pengklasteran bidang industri terhadap BUMN Karya. Selain itu, Wika akan memperkuat portofolio bisnis di bidang mineral, miyak dan gas. Hal ini dilakukan dengan mendukung bahan baku pembuatan baterai.

Wika akan fokus mendukung material dan berencana untuk berinvestasi di bidang nikel. Ke depan, kebutuhan nikel diprediksi akan sangat tinggi, di mana saat ini Indonesia masih kekurangan. Peluang ini yang akan dimanfaatkan Wika untuk menghasilkan pendapatan yang cepat.

Wika juga akan mengurangi investasi di bidang yang sudah banyak dilakukan perusahaan lain, dan akan berinvestasi pada bidang yang jarang digarap seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN