Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Summarecon Bogor

Summarecon Bogor

Ditopang Proyek Anyar, Marketing Sales SMRA Berpotensi Capai Rp 3,6 Triliun di 2021

Jumat, 22 Januari 2021 | 11:07 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kinerja PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) diyakini memiliki prospek moncer tahun ini. Asumsi ini ditopang oleh minat beli masyarakat terhadap proyek anyar perseroan, Summarecon Bogor.

Dalam riset PT Samuel Sekuritas Indonesia yang ditulis oleh Muhammad Ilham Akbar diuraikan bahwa, tren pemulihan marketing sales SMRA yang terlah terlihat hingga Agustus 2020 berlanjut hingga akhir kuartal IV-2020.

Pemulihan nilai pra penjualan ini menurutnya didukung oleh proyek Summarecon Bogor yang menyumbang  sekitar 50% dari total penjualan SMRA di kuartal IV-2020. Proyek anyar ini menjadi sumber penjualan baru menjajikan ke depan bagi SMRA,” urai Akbar dalam riset yang diterbitkan belum lama ini.

Untuk itu Samuel Sekuritas menyematkan rekomendasi beli dengan target price (TP) Rp 950. Menurutnya TP ini merefleksikan PBV sebesar 1,8 kali (estimasi akhir tahun 2021).

Untuk posisi marketing sales di kuartal IV-2020, dia menaksir SMRA akan membukukan senilai Rp 1,3 triliun, tumbuh sekitar 65.4% secara yeat on year (yoy) dan tumbuh 42% secara quartal to quartal (qoq).

Dikatakan kontribusi proyek Summarecon Bogor menyumbang Rp 646 miliar (50%) di kuartal IV-2020, dengan rerata harga penjualan Rp 2,2 miliar per unit. “Figur tersebut menjadikan akumulasi FY20 senilai Rp 3,3 triliun (-20.0% yoy), lebih tinggi dari target revisi pertengahan tahun Rp 2,5 triliun,” ujarnya.

Terkait pencapaian tadi, landed residential dikatakan mendominasi penjualan di 2020, mencapai Rp 2,3 triliun atau setara dengan 70% kontribusi. Sementara itu, penjualan produk high-rise turun drastis (-49.8% yoy), sejalan dengan tren sektor saat ini.

Dikatakan target marketing sales di 2021 dapat lebih agresif. Dengan pemulihan bertahap, Samuel pun optimistis SMRA dapat mencetak marketing sales hingga Rp 3,5 triliun atau naik 6% dari tahun 2020.

“Meski begitu, besarnya porsi cash installment pada marketing sales (FY20: 54%) masih dapat menjadi hambatan untuk emiten mengakselerasi penjualan tahun ini. Produk landed residential diperkirakan kembali menjadi penopang penjualan, sementara permintaan diproyeksikan masih akan datang dari segmen menengah dan end-user buyer, dengan rerata harga penjualan di bawah Rp 2,5 miliar per unit,” paparnya.

Lebih jauh dikatakan, meski proyek Summarecon Bogor dapat menjadi sumber penjualan baru menjanjikan, namun Summarecon Serpong masih akan menjadi kontributor utama dalam tiga tahun kedepan.

“Kami mempertahankan (rekomendasi) Buy dengan TP Rp 950. Saat ini SMRA diperdagangkan -23% 1Yr, lagging terhadap JCI (+0.5% 1Yr) dan SSI property universe (-4% 1Yr). Level gearing (FY: 85%) yang lebih tinggi dari peer dan porsi recurring income (FY19: 39%; FY20F: 31%) yang cukup besar menjadi downside bagi SMRA saat ini,” urainya.

Asumsi tadi juga didukung oleh proses vaksin di dalam negeri. Ini diyakini dapat menjadi katalis bagi peraihan marketing sales, percepatan rekognisi pendapatan property development dan perbaikan kinerja recurring income perusahaan property ke depan.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN